Ilustrasi: Petani melihat tanaman padi diarea sawah tadah hujan yang mengering. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas
BMKG Minta Warga Kaltim Bersiap Hadapi Kemarau Panjang
Whisnu Mardiansyah • 10 August 2026 12:49
Samarinda: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Samarinda mengimbau masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) waspada terhadap potensi kemarau panjang. Ancaman ini dipicu oleh kombinasi El Nino kuat dan IOD positif yang diperkirakan berlangsung hingga awal 2027.
Prakirawan BMKG Samarinda, Fatuh Hidayatullah, menjelaskan El Nino adalah anomali suhu permukaan laut di Pasifik tengah dan timur yang melampaui batas normal.
"El Nino ini telah berada pada kondisi aktif dan pada intensitas kuat dengan Indeks Nino 3,4 yang sudah mencapai angka 1,56 dimana batas threshold untuk kategori kuat adalah 1,5," kata Fatuh di Samarinda, seperti dilansir Antara, Senin, 10 Agustus 2026.
Ia memprediksi El Nino kuat ini bertahan hingga kuartal pertama 2027, sehingga risiko kemarau panjang dan kering semakin tinggi. Selain El Nino, potensi IOD positif turut memperkuat ancaman. Saat ini IOD masih netral, namun diprediksi positif pada September–Desember.
Baca Juga :
21 Hektare Lahan di Gunungkidul Terbakar
"Untuk saat ini IOD masih berada pada fase netral. Namun diprediksi berubah menjadi IOD positif pada periode September hingga Desember," jelasnya.
Jika keduanya terjadi bersamaan, kata Fatuh, kemarau di sejumlah wilayah Indonesia bisa lebih panjang dan kering. Di Kaltim, puncak kemarau diprediksi terjadi Agustus 2026. Monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) menunjukkan sejumlah daerah di bagian selatan Kaltim sudah masuk kategori HTH menengah. Massa udara kering dan panas dari timur juga memperparah kondisi.

Ilustrasi. ANTARA/Rubby Jovan/dok
Meski beberapa hari terakhir masih turun hujan, Fatuh mengingatkan itu hanya sementara akibat dinamika atmosfer seperti gelombang Rossby dan Kelvin. Hujan ini tidak mengubah ancaman kemarau panjang.
Masyarakat diminta tidak terlena dan memanfaatkan hujan yang turun untuk menambah cadangan air. BMKG juga mengimbau kesiapsiagaan menghadapi kekeringan dan kondisi lingkungan yang semakin kering.