Bertemu Presiden Prabowo, JK Tawarkan Proyek Energi Senilai Rp70 Triliun

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Dok. Setpres

Bertemu Presiden Prabowo, JK Tawarkan Proyek Energi Senilai Rp70 Triliun

Kautsar Widya Prabowo • 11 June 2026 16:19

Jakarta: Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta Pusat. JK menyatakan dukungan terhadap upaya pemerintah mempercepat pengembangan energi hijau dan mewujudkan swasembada energi.

"Untuk meningkatkan kemampuan energi di Indonesia yang kita kenal dengan swasembada energi, kita siap. Kita sudah membangun 1.500 megawatt PLTA, dan siap membangun lagi 2.000 megawatt, termasuk juga PLTG," ujar JK usai pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026.

JK menjelaskan pihaknya melalui Kalla Group menyiapkan investasi sekitar Rp60 triliun hingga Rp70 triliun untuk mendukung proyek energi tersebut. Menurut dia, desain proyek dan lokasi pembangunan telah disiapkan. Dia tinggal menunggu pembahasan teknis lebih lanjut dengan pemerintah.

"Desain sudah ada, tempat sudah ada, tinggal pembicaraan teknisnya. Dan beliau, Bapak Presiden, setuju untuk segera kita realisasikan. Memang ini bisnis karena membutuhkan investasi," jelas JK.

Baca Juga:

Presiden Prabowo Targetkan Swasembada Energi Paling Lambat pada 2029


Ilustrasi energi. Foto- Koaksi Indonesia

JK menegaskan langkah tersebut bentuk dukungan terhadap target swasembada energi yang dicanangkan pemerintah. Menurut dia, ketersediaan energi yang memadai menjadi faktor penting mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

"Karena kita melihat untuk mencapai pertumbuhan ekonomi lima persen, enam persen, sampai delapan persen, dibutuhkan energi yang luar biasa banyaknya. Tanpa energi, akan sulit bagi kita meningkatkan pertumbuhan itu," kata JK.

Pertemuan yang digelar satu jam ini dihadiri putra JK sekaligus CEO Kalla Group Solihin Kalla. Sedangkan, Presiden Prabowo didampingi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya.

(Achmad Zulfikar Fazli)