Hewan kurban. Foto: Metro TV/Muhammad Iqbal Sidiq.
Bahaya Konsumsi Daging dari Hewan Kurban yang Stres Berat
Muhammad Iqbal Sidiq • 20 May 2026 15:41
Jakarta: Kondisi psikologis hewan kurban menjelang proses penyembelihan Iduladha ternyata berpengaruh langsung terhadap kesehatan manusia yang mengonsumsinya. Hewan kurban yang mengalami stres berat sebelum disembelih tidak hanya merusak mutu fisik karkas, melainkan juga berpotensi memicu dampak negatif bagi tubuh konsumen akibat paparan zat kimiawi tubuh hewan.
"Kalau hewan yang stres dipotong, maka konsumen yang memakan itu berpotensi terbawa stres. Karena kita tahu stres itu menghasilkan hormon yang hormonnya juga akan mempengaruhi konsumen," ujar Dosen Kedokteran Hewan IPB, Denny Widaya Lukman, di Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.
Denny menjelaskan bahwa fenomena ilmiah ini berkaitan erat dengan penanganan psikologis hewan di area penampungan maupun lokasi penyembelihan. Ketika hewan kurban dibiarkan tertekan, tubuh hewan secara otomatis mengaktivasi sistem pertahanan yang melepas hormon stres (kortisol) dalam jumlah tinggi ke dalam jaringan daging.
Dampak buruk dari tingginya hormon stres ini tidak hanya berhenti pada faktor kesehatan konsumen, tetapi juga merusak kualitas fisik daging sejak dini. Sapi yang dipotong dalam keadaan cemas atau ketakutan akan mengalami penyempitan pembuluh darah perifer.
Kondisi tersebut membuat proses pengeluaran darah pada saat disembelih (bleeding) menjadi tidak maksimal. Darah yang tertahan di dalam jaringan otot akan menurunkan kualitas daging, menyebabkannya menjadi lebih basah (berair), serta mempercepat pertumbuhan bakteri pembusuk yang membuat daging cepat rusak.
.jpeg)
Hewan kurban. Foto: Dok. Istimewa.
Oleh karena itu, Denny mengimbau seluruh panitia kurban untuk benar-benar menerapkan kaidah ihsan dan melindungi hewan kurban dari segala bentuk pemicu kecemasan. Hewan harus ditempatkan di lokasi yang bersih, teduh, serta disterilkan dari kerumunan warga maupun anak-anak yang kerap menjadikannya bahan tontonan.
"Jika kita memperlakukan dan memotong hewan dengan penanganan yang baik sehingga hewannya senang, pasti hormon yang mengalir ke konsumen juga berdampak baik," ujar Denny.