Gunakan Rumus A-B-C, Ini Cara Cek Kematian Hewan Kurban

Asesor Juru Sembelih Halal di Lembaga Sertifikasi Profesi Kesehatan Hewan (LSP Keswan) sekaligus Dosen IPB, Supratikno. Foto: Metro TV/Muhammad Iqbal Sidiq.

Gunakan Rumus A-B-C, Ini Cara Cek Kematian Hewan Kurban

Muhammad Iqbal Sidiq • 20 May 2026 15:15

Jakarta: Juru Sembelih Halal (Juleha) diwajibkan untuk memastikan hewan kurban telah mengalami kematian biologis secara sempurna sebelum melanjutkan ke proses penanganan berikutnya, seperti pengulitan atau pemotongan daging. Deteksi kematian ini dapat dipantau secara akurat oleh panitia di lapangan menggunakan formula medis baku, yakni Air, Brain, dan Cardiovascular (A-B-C).

"Setelah dia disembelih dengan sempurna, maka yang berikutnya adalah hewan harus dipastikan mati sebelum dilakukan tindakan yang lain," ujar Asesor Juleha sekaligus Dosen IPB, Supratikno, kepada Metrotvnews.com di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Rabu, 20 Mei 2026.
 


Supratikno memaparkan secara runtut bahwa tanda-tanda kehidupan yang harus hilang pada hewan kurban meliputi berhentinya napas (Air), matinya fungsi otak yang ditandai dengan tidak adanya refleks kedip pada kornea mata (Brain), serta hilangnya pola denyut jantung atau berhentinya aliran darah (Cardiovascular).

Jika indikator runtutan ini tidak berjalan normal di lapangan, panitia kurban harus mewaspadai adanya gangguan fatal pada proses pengeluaran darah hewan.

"Ketika kok darah hilang duluan, pasti ada sesuatu yang enggak beres. Karena enggak mungkin darahnya berhenti duluan, kemungkinannya adalah mampat," jelas Supratikno.


Ilustrasi. Foto: Freepik.com.

Penyumbatan atau berhentinya pancaran darah secara mendadak tersebut biasanya dipicu akibat hewan mengalami stres berlebih menjelang disembelih. Faktor teknis lainnya adalah penggunaan pisau yang kurang tajam sehingga memberikan tekanan terlalu kuat pada leher, serta posisi sayatan yang salah—baik terlalu ke atas melewati jakun maupun terlalu ke bawah.

Jika kondisi darurat pembuluh darah menyumbat ini terjadi, Supratikno menegaskan juleha di lapangan harus segera melakukan tindakan koreksi medis darurat.

"Segera potong bagian ujung pembuluh darah yang menyumbat. Langkah ini penting agar darah kembali memancar habis, untuk menjaga kualitas daging kurban tidak cepat membusuk," ucap Supratikno.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)