Banjir Terjang Idlib dan Latakia di Suriah, Dua Anak-Anak Tewas

Foto udara memperlihatkan area terdampak banjir di Idlib, Suriah, 6 Februari 2026. (Anadolu Agency)

Banjir Terjang Idlib dan Latakia di Suriah, Dua Anak-Anak Tewas

Willy Haryono • 8 February 2026 19:27

Idlib: Luapan air Sungai Orontes merendam sejumlah rumah dan bangunan komersial di Provinsi Idlib, Suriah, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Menurut kantor berita SANA pada Minggu, 8 Februari 2026, permukaan air sungai meningkat tajam akibat hujan deras, sehingga memicu banjir di kawasan permukiman dan area komersial di kota Darkush.

Administrasi Media dan Komunikasi di Kementerian Pertahanan Suriah menyatakan seluruh dukungan yang diperlukan akan diberikan untuk membantu warga terdampak di wilayah pedesaan Idlib dan Latakia menyusul banjir bandang tersebut.

Pada Sabtu, dua anak dilaporkan tewas tenggelam setelah terseret arus banjir di wilayah pedesaan Latakia. Sementara itu, seorang anak lain dan seorang pemuda berhasil diselamatkan dari kawasan yang sama, yang dikenal memiliki medan berat.

Di sisi lain, seorang relawan Syrian Arab Red Crescent tewas dalam kecelakaan lalu lintas yang melibatkan tim organisasi tersebut di kawasan Jabal al Turkmen, Latakia, saat hendak merespons situasi darurat.

Enam orang lainnya, termasuk lima relawan, mengalami luka-luka dalam insiden tersebut dan seluruhnya telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Kondisi musim dingin dan curah hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir semakin memperparah penderitaan ribuan keluarga pengungsi yang tinggal di kamp-kamp pengungsian di seluruh Provinsi Idlib.

Ratusan ribu warga Suriah yang mengungsi hidup di kamp-kamp darurat di Idlib dan Suriah utara dalam kondisi yang keras. Situasi mereka kian memburuk setiap musim dingin akibat kekurangan bahan bakar, tingginya harga kebutuhan pokok, serta minimnya layanan dasar.

Antara 2017 hingga 2020, hampir dua juta warga sipil melarikan diri dari serangan pasukan rezim Suriah sebelumnya. Banyak di antara mereka mencari perlindungan di wilayah dekat perbatasan Turki, tempat kamp-kamp pengungsian besar masih terkonsentrasi hingga kini.

Baca juga:  Badai Marta Terjang Spanyol–Portugal, Petani Laporkan Kerugian Jutaan Euro

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)