Prajurit Israel kerap lakukan kekerasan terhadap warga Palestina di Tepi Barat. Foto: Anadolu
Remaja Palestina Tewas Ditembak Pasukan Israel saat Penggerebekan di Tepi Barat
Muhammad Reyhansyah • 30 April 2026 12:05
Ramallah: Seorang remaja Palestina tewas ditembak dalam penggerebekan militer Israel di Tepi Barat yang diduduki.
Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan korban merupakan seorang bocah laki-laki berusia 16 tahun.
Menurut laporan kantor berita Palestina WAFA yang dikutip TRT World, Kamis, 30 April 2026, remaja tersebut tewas akibat tembakan tentara Israel saat penggerebekan berlangsung di Kota Hebron.
Sebelumnya, militer Israel mengatakan dua warga Palestina menyerang dan melukai dua tentaranya di wilayah Silwad, dekat Ramallah.
Militer Israel menyebut pasukannya kemudian melepaskan tembakan yang menewaskan salah satu penyerang dan menangkap penyerang kedua dalam keadaan hidup.
Krisis Gaza Kian Dalam
Sementara itu di Gaza utara, pejabat kesehatan Palestina mengatakan seorang tenaga medis tewas dalam serangan Israel.Juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa Stephane Dujarric mengatakan sebagian besar keluarga di Gaza kini kesulitan memperoleh air bersih, ketika serangan berkelanjutan dan kerusakan infrastruktur memperparah krisis kemanusiaan yang sudah berat.
“Beralih ke wilayah Palestina yang diduduki, rekan-rekan kemanusiaan kami mengatakan serangan di seluruh Jalur Gaza terus menghantam area permukiman dan mengganggu layanan dasar,” kata Dujarric kepada wartawan.
Ia menyoroti serangan udara baru-baru ini di Gaza yang dilaporkan menghantam pekerja lembaga swadaya masyarakat di sebuah sumur air, menewaskan satu orang dan melukai empat lainnya.
Menurut Dujarric, fasilitas tersebut mengalami kerusakan berat sehingga operasional terpaksa dihentikan.
Meski demikian, ia mengatakan mitra yang bekerja di sektor air masih berusaha menutup kekurangan dengan mencari lebih banyak air bersih untuk didistribusikan menggunakan truk.
Namun, mereka menegaskan kebutuhan air warga masih jauh dari terpenuhi.
“Sekitar 60 persen keluarga di Gaza tidak dapat mengakses air bersih yang mereka butuhkan untuk penggunaan sehari-hari,” ujarnya.