Irak Yakin Mampu Pulihkan Produksi Minyak Sepekan usai Selat Hormuz Dibuka

Aktivitas kapal di Selat Hormuz. (Anadolu Agency)

Irak Yakin Mampu Pulihkan Produksi Minyak Sepekan usai Selat Hormuz Dibuka

Willy Haryono • 3 May 2026 19:24

Baghdad: Wakil Menteri Perminyakan Irak Basim Mohammed menyatakan negaranya mampu memulihkan produksi dan ekspor minyak ke tingkat sebelum krisis Selat Hormuz dalam waktu sekitar tujuh hari setelah jalur pelayaran kembali normal.

“Produksi dan ekspor minyak Irak dapat dipulihkan ke tingkat sebelum penutupan Selat Hormuz dalam tujuh hari setelah pelayaran kembali pulih secara bebas,” ujar Mohammed, dikutip dari Antara, Minggu, 3 Mei 2026.

Saat ini, produksi minyak Irak berada di kisaran 1,5 juta barel per hari, dengan sekitar 200 ribu barel per hari diekspor melalui terminal Ceyhan di Turki.

Sebelum gangguan di Selat Hormuz, produksi nasional Irak mencapai sekitar 3,5 juta barel per hari.

Pemerintah Irak juga tengah memeriksa kesiapan jalur pipa Kirkuk-Fish-Kabur, cabang baru dari jaringan utama Kirkuk-Ceyhan, sebagai bagian dari strategi diversifikasi jalur ekspor energi.

Uji coba operasional jalur tersebut dijadwalkan berlangsung pada akhir bulan ini.

Blokade Selat Hormuz akibat eskalasi konflik regional telah mengganggu distribusi minyak dan LNG dari kawasan Teluk Persia ke pasar internasional.

Gangguan ini berdampak signifikan terhadap produksi, ekspor, dan harga energi global, termasuk memicu lonjakan harga minyak di berbagai negara.

Irak, sebagai salah satu produsen utama OPEC, berupaya mempercepat normalisasi sektor energinya guna meminimalkan dampak ekonomi dari krisis maritim tersebut.

Baca juga:  Iran Beri Tenggat Waktu Satu Bulan bagi AS untuk Akhiri Blokade dan Perang

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)