Iran Beri Tenggat Waktu Satu Bulan bagi AS untuk Akhiri Blokade dan Perang

Iran telah menetapkan tenggat waktu satu bulan bagi AS untuk menegosiasikan pembukaan kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang. (Anadolu Agency)

Iran Beri Tenggat Waktu Satu Bulan bagi AS untuk Akhiri Blokade dan Perang

Dimas Chairullah • 3 May 2026 14:26

Teheran: Iran dilaporkan telah menetapkan tenggat waktu satu bulan bagi Amerika Serikat (AS) untuk menegosiasikan kesepakatan pembukaan kembali jalur strategis Selat Hormuz.

Selain itu, Teheran juga secara tegas mendesak Washington untuk segera mengakhiri blokade angkatan laut dan menghentikan peperangan di Iran serta Lebanon secara permanen.

Iran telah menyerahkan proposal revisi yang berisi 14 poin kerangka perjanjian kepada mediator. Menurut dua sumber yang mengetahui isi dokumen tersebut, proposal itu memuat batas waktu satu bulan untuk mengamankan kesepakatan komprehensif.

Kesepakatan yang dituntut mencakup pemulihan akses maritim, pencabutan blokade angkatan laut AS, hingga terwujudnya gencatan senjata yang langgeng di kedua front, sebagaimana dikutip dari laporan media Anadolu, Minggu, 3 Mei 2026.

Berdasarkan keterangan sumber-sumber terkait, rancangan proposal ini juga membayangkan adanya fase penyelesaian kedua yang baru akan diluncurkan setelah kesepakatan awal tercapai.

Fase kedua ini nantinya akan membuka jalan bagi negosiasi tambahan selama satu bulan yang secara khusus hanya akan berfokus pada pembahasan program nuklir Iran.

Ancaman Trump

Merespons tenggat waktu tersebut, Presiden AS Donald Trump memberikan tanggapan yang masih bernada ancaman.

"Jika mereka berperilaku buruk, jika mereka melakukan sesuatu yang buruk  tetapi untuk saat ini, kita akan lihat. Ada kemungkinan itu bisa terjadi, tentu saja," ungkap Trump kepada wartawan pada hari Sabtu waktu setempat, ketika ditanya mengenai kemungkinan dirinya akan memerintahkan serangan militer baru.

Meskipun Trump pada hari Jumat sempat menyatakan ketidakpuasannya terhadap proposal Iran tersebut, ia sempat mengatakan kepada wartawan sebelum bertolak dari Palm Beach menuju Miami bahwa dirinya akan kembali meninjau dokumen itu selama penerbangan.

"Saya sedang mempelajarinya. Nanti saya beri tahu. Mereka sudah memberi tahu saya tentang konsep kesepakatannya. Sekarang mereka akan memberikan kata-kata pastinya," jelasnya.

Namun, hanya berselang beberapa saat kemudian, Trump melontarkan pernyataan yang jauh lebih tajam melalui platform media sosialnya, Truth Social.

Ia menegaskan bahwa dirinya "tidak dapat membayangkan hal itu dapat diterima" dan bersikeras bahwa Iran belum membayar harga yang cukup mahal atas apa yang telah mereka lakukan terhadap umat manusia dan dunia selama 47 tahun terakhir.

Dalam kesempatan yang sama kepada media, Trump juga tetap bersikukuh membela langkah blokade terhadap pelabuhan Iran. Ia secara sepihak menggambarkan operasi blokade tersebut sebagai tindakan yang "sangat ramah" dan mengeklaim bahwa hal itu sama sekali tidak bertentangan dengan pernyataannya bahwa permusuhan telah diakhiri.

Baca juga:  Trump Skeptis atas Proposal Baru Iran, Buka Peluang Lanjutkan Aksi Militer

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)