Pemkot Jaktim Cek Keamanan Pangan Takjil di Pasar Rawamangun

Wali Kota Jakarta Timur Munjirin mengawasi takjil pada sejumlah lokasi penjualan di sekitar Pasar Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur, Jumat (6/3/2026). ANTARA/Siti Nurhaliza

Pemkot Jaktim Cek Keamanan Pangan Takjil di Pasar Rawamangun

Siti Yona Hukmana • 6 March 2026 19:21

Jakarta: Pemerintah Kota Jakarta Timur (Pemkot Jaktim) mengecek keamanan pangan takjil pada sejumlah lokasi di sekitar Pasar Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur. Kegiatan inti untuk memastikan makanan yang dijual aman bagi masyarakat selama Ramadan 2026.

"Saat ini saya bertemu dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jakarta yang juga hadir di Pasar Rawamangun dalam rangka monitoring keamanan makanan pada Ramadan ini," kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin di Pasar Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur, seperti dilansir dari Antara, Jumat, 6 Maret 2026.

Ia menjelaskan, kegiatan ini menindaklanjuti Pergub DKI Jakarta Nomor 113 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Keamanan Pangan Terpadu untuk mengantisipasi Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan pangan khususnya selama Ramadan.

Selain itu, pengawasan ini rutin dilakukan saat Ramadan untuk menjaga keamanan pangan Takjil, memberikan rasa aman bagi masyarakat dan melindungi masyarakat dari kemungkinan mengkonsumsi bahan berbahaya di dalam makanan.

Adapun, kegiatan pengamanan dilakukan oleh petugas dengan mengambil 35 sampel makanan dari 10 pedagang takjil di kawasan tersebut. Makanannya seperti kerupuk, asinan, kue basah, es buah, dan lainnya. Lalu, sampel tersebut dibawa ke meja BPPOM Jakarta untuk dilakukan uji sampel.

"Tadi sudah diambil sampel dari beberapa makanan yang ada di sini sekitar 35 jenis makanan dan langsung diuji di pasar sini," ujar Munjirin.

Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Jakarta Sofiyani Chandrayani. Foto: ANTARA/Risky Syukur.

Adapun zat kimia berbahaya yang hendak diantisipasi oleh petugas adalah boraks, formalin, dan pewarna tekstil yang umumnya digunakan oleh para pedagang nakal.

"Ada beberapa zat berbahaya utama yang kita uji, boraks, formalin, metanil yellow dan Rhodamin B. Kita uji langsung di lokasi," ucap Munjirin.

Tim yang terlibat dalam pengawasan takjil ini terdiri dari Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Sudin Kesehatan Jakarta Timur, puskesmas setempat, Polisi Pamong Praja, Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur dan dukungan lintas sektor terkait.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Siti Yona Hukmana)