Cristiano Ronaldo (kiri) usai Portugal kalah 0-1 dari Spanyol pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. (Foto: ANTARA/Hakan Akgün - Anadolu Age)
8 Fakta Portugal Dipecundangi Spanyol: Rekor Buruk Ronaldo hingga Catatan Impresif La Furia Roja
Patrick Pinaria • 7 July 2026 14:28
Jakarta: Timnas Portugal harus mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 setelah takluk 0-1 dari Spanyol pada babak 16 besar, Selasa, 7 Juli, dini hari WIB. Kekalahan tersebut bukan hanya menggagalkan langkah Selecao das Quinas menuju perempat final, tetapi juga melahirkan sederet catatan kontras, mulai dari rekor buruk Cristiano Ronaldo hingga pencapaian impresif yang kembali ditorehkan La Furia Roja.
Kapten Portugal Cristiano Ronaldo menjadi salah satu sosok yang paling disorot usai pertandingan tersebut. Ia gagal membawa Portugal menghindari kekalahan setelah tiga tembakannya pada laga melawan Spanyol tak satu pun berbuah gol.
Kekalahan tersebut sekaligus mengakhiri kiprah Ronaldo di Piala Dunia 2026. Sepanjang turnamen, ia menjadi pemain dengan jumlah tembakan terbanyak setelah melepaskan 17 percobaan ke gawang lawan. Namun, seluruh upaya tersebut selalu berakhir dengan penyelesaian olehnya sendiri tanpa satu pun menciptakan peluang tembakan bagi rekan setimnya.
Catatan itu menjadi yang terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia sejak 1966. Ronaldo melampaui Alberto García Aspe yang sebelumnya melepaskan 15 tembakan pada Piala Dunia 1998.
Kesulitan Portugal juga tercermin dari performa mereka sepanjang pertandingan. Pada babak pertama, Selecao das Quinas hanya mencatatkan empat sentuhan di dalam kotak penalti lawan. Jumlah tersebut menjadi yang paling sedikit dalam pertandingan fase gugur Piala Dunia sejak 2010, yang kebetulan juga terjadi saat menghadapi Spanyol.
Di sisi lain, kemenangan tipis ini kembali mempertegas efektivitas Spanyol. La Furia Roja kini telah mengoleksi tujuh kemenangan dengan skor 1-0 sejak Piala Dunia 2010, menjadi tim dengan kemenangan 1-0 terbanyak dalam periode tersebut. Gol kemenangan yang dicetak pada menit ke-90+1 juga membuat jumlah gol penentu kemenangan yang lahir pada menit ke-90 atau ke-120 di Piala Dunia 2026 kini mencapai 10. Jumlah tersebut menjadi rekor terbanyak dalam satu edisi turnamen.
Selain fakta di atas, Opta juga mencatat sejumlah statistik menarik lain di balik kemenangan Spanyol atas Portugal. Berikut di antaranya yang telah dirangkum Metrotvnews.com:
Rekor buruk Cristiano Ronaldo
1. Cristiano Ronaldo mencatatkan jumlah tembakan terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia (sejak data tersedia pada 1966) tanpa sekalipun menciptakan peluang bagi rekan setimnya.- Cristiano Ronaldo: 17 tembakan (2026)
- Alberto García Aspe: 15 (1998)
- Jerzy Górgon: 13 (1974)
- Katlego Mphela: 13 (2010)
- Denis Cheryshev: 13 (2018)
2. Kekalahan dari Spanyol menjadi kekalahan kedelapan Ronaldo di ajang Piala Dunia. Jumlah tersebut menyamai rekor Mathew Leckie, Son Heung-min, Antonio Carbajal, dan Hong Myung-bo sebagai pemain dengan kekalahan terbanyak di turnamen ini.
3. Catatan Ronaldo di fase gugur Piala Dunia:
- Bermain selama 741 menit
- Tampil dalam 10 pertandingan
- Mencetak satu gol (penalti)
- Belum mencatatkan assist
4. Ronaldo hanya mencatatkan rata-rata 28 sentuhan bola per 90 menit di Piala Dunia 2026. Angka tersebut menjadi yang terendah sepanjang penampilannya di ajang Piala Dunia.
- 2006: 69
- 2010: 48
- 2014: 54
- 2018: 48
- 2022: 39
- 2026: 28
Catatan pemain Portugal
5. Gonçalo Ramos hanya bermain selama 34 menit sepanjang Piala Dunia 2026. Jumlah tersebut menjadi menit bermain terbanyak ke-19 di skuad Portugal pada turnamen ini.6. Diogo Costa menutup kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan 19 penyelamatan. Catatan tersebut menjadi yang ketiga terbanyak pada edisi kali ini, di bawah Orlando Gill (23) dan Eloy Room (20).
Spanyol terus ukir sejarah
7. Spanyol memastikan langkah ke perempat final Piala Dunia untuk keenam kalinya dalam sejarah. Ini menjadi kali pertama La Furia Roja kembali mencapai fase tersebut sejak menjuarai Piala Dunia 2010.8. Lamine Yamal menjadi pemain pertama dalam sejarah Spanyol yang tampil sebagai starter dalam dua pertandingan fase gugur Piala Dunia sebelum berusia 19 tahun. Sebelumnya, pemain Barcelona tersebut juga menjadi starter saat Spanyol menyingkirkan Austria pada babak 32 besar.