BEI Upayakan Pasar Modal RI Tetap di Emerging Market

Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com

BEI Upayakan Pasar Modal RI Tetap di Emerging Market

Eko Nordiansyah • 8 July 2026 19:56

Jakarta: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan terus mengupayakan yang terbaik supaya klasifikasi pasar modal Indonesia tetap dimasukkan ke dalam kategori emerging market oleh para penyedia indeks global.

Melalui pengumumannya, penyedia indeks global MSCI dan S&P Dow Jones Indices telah memasukkan pasar modal Indonesia ke dalam daftar watchlist, yang membuka kemungkinan reklasifikasi status dari emerging market menjadi frontier market.

"Kami akan melakukan yang terbaik untuk membuat Indonesia atau Bursa Efek Indonesia bertahan di emerging market, dengan berbagai hal yang bisa kita lakukan,” ujar Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy di Gedung BEI Jakarta, dilansir dari Antara, Rabu, 8 Juli 2026.

Irvan meyakini pasar modal Indonesia masih terus bertumbuh ke depan, baik dari sisi rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) hingga kapitalisasi pasar (market cap).

“Karena (RNTH) kita pernah mencapai angka USD2 miliar transaksi per hari, Rp34 triliun per hari, kita pernah di situ. Dan saya yakin bahwa potensi kita ada,” ujar Irvan.

Ia memastikan otoritas pasar modal Indonesia tengah melakukan perbaikan-perbaikan atas hal-hal yang menjadi perhatian dari para penyedia indeks global, termasuk masalah transparansi.

“Berbagai hal yang sekarang menjadi concern-nya adalah kita ambil sebagai suatu hal positif, bahwa ini kita akan melakukan perbaikan atas hal atau yang menjadi concern-concern tersebut,” ujar Irvan.


(Ilustrasi. Foto: Dok istimewa)

Jaga kepercayaan investor

Dalam kesempatan ini, Ia berharap investor tetap yakin pasar modal Indonesia akan dikelola secara baik dan berkelanjutan ke depan.

“Jadi, mungkin kita berharap investor tetap confidence, Bursa ini tetap akan kita kelola dengan baik. Dan kita yakin bahwa Bursa Efek Indonesia akan bisa terus berkembang lebih besar dari yang sebelumnya,” ujar Irvan.

Sebagai informasi, melalui pengumumannya pada Rabu pagi, 8 Juli 2026, S&P Dow Jones Indices memasukkan Indonesia ke dalam daftar pantau (watchlist), yang membuka kemungkinan reklasifikasi status dari emerging market menjadi frontier market.

Sebelumnya, melalui pengumumannya, MSCI telah menyatakan bahwa mengakui reformasi pasar modal Indonesia, namun tetap akan mengawasi konsistensi implementasi kebijakannya.

Apabila kemajuan yang memadai tidak terlihat saat Tinjauan Indeks MSCI November 2026, maka MSCI mempertimbangkan berbagai opsi untuk perlakuan yang tepat bagi pasar modal Indonesia, yang berpotensi mencakup konsultasi tentang reklasifikasi Indonesia dari emerging market menjadi frontier market.

Adapun, tinjauan oleh kedua lembaga penyedia indeks global tersebut karena menyoroti permasalahan yang sama, yaitu terkait dengan isu transparansi pasar modal Indonesia.

(Eko Nordiansyah)