Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com
6 Perusahaan Antre IPO di Pasar Modal
Eko Nordiansyah • 8 July 2026 19:19
Jakarta: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan terdapat enam perusahaan berada dalam pipeline (antrean) akan melangsungkan Initial Public Offering (IPO) di pasar modal Indonesia, per 8 Juli 2026. Adanya enam antrean itu seiring meningkatnya antusiasme pasar, tercermin dari adanya aksi IPO sebanyak enam perusahaan selama pekan ini.
"Hingga saat ini, terdapat enam perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu Solihin di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu, 8 Juli 2026.
Dari enam perusahaan dalam antrean IPO, Saidu mengungkapkan sebanyak tiga perusahaan beraset skala besar di atas Rp250 miliar, satu perusahaan beraset skala menengah antara Rp50 miliar sampai Rp250 miliar, serta dua perusahaan beraset skala kecil di bawah Rp50 miliar.
Adapun, klasifikasi skala aset perusahaan tersebut merujuk pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017.
Dari sisi sektor delapan perusahaan antrean IPO, Nyoman merincikan sebanyak dua perusahaan sektor kesehatan, dua perusahaan sektor barang konsumen nonprimer, satu perusahaan sektor barang konsumen primer, dan satu perusahaan sektor barang baku.

(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)
5 perusahaan IPO, himpun dana Rp1,67 triliun
Sampai 8 Juli 2026, telah terdapat lima perusahaan yang melangsungkan IPO dengan dana dihimpun total senilai Rp1,67 triliun, sehingga total perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia tercatat sebanyak 961 perusahaan sampai saat iniSementara itu, BEI mencatat penerbitan sebanyak 93 emisi dari 52 penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) dengan dana yang dihimpun senilai Rp94,45 triliun hingga 8 Juli 2026.
Sampai periode tersebut, Saidu mengungkapkan terdapat 28 emisi dari 21 penerbit EBUS yang sedang berada dalam pipeline (antrean) untuk menerbitkan emisi EBUS, yang terdiri dari berbagai sektor.
Sementara itu, untuk aksi rights issue (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu/HMETD), telah terdapat empat perusahaan yang telah melangsungkan aksi rights issue dengan total nilai Rp3,89 triliun sampai 8 Juli 2026
Dalam antrean rights issue, terdapat satu perusahaan yang akan melangsungkan aksi rights issue, yang terdiri dari sektor teknologi.