Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik. Foto: Dok istimewa
BEI Segera Respons Tinjauan S&P Dow Jones
Eko Nordiansyah • 8 July 2026 15:40
Jakarta: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan akan menjalin komunikasi dan diskusi secara konstruktif, sebagai upaya menanggapi tinjauan yang telah diumumkan oleh S&P Dow Jones Indices.
Melalui pengumumannya pada Rabu pagi, 8 Juli 2026, S&P Dow Jones Indices memasukkan Indonesia ke dalam daftar pantau (watchlist), yang membuka kemungkinan reklasifikasi status dari emerging market menjadi frontier market.
"BEI akan menjalin komunikasi dan diskusi yang konstruktif dengan S&P Dow Jones Indices terkait untuk mendalami concern yang disampaikan, dan memahami berbagai aspek yang menjadi perhatian dalam proses evaluasi tersebut," ujar Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu, 8 Juli 2026.
Bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan seluruh pemangku kepentingan, Jeffrey memastikan BEI akan terus melakukan berbagai upaya untuk menjawab concern yang ada.
"Bursa berkomitmen melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan transparansi di pasar modal Indonesia demi terselenggaranya pasar modal yang wajar, teratur, dan efisien," ujar Jeffrey
Jeffrey memastikan, BEI telah mencermati pengumuman S&P Dow Jones Indices mengenai penempatan pasar modal Indonesia dalam watchlist untuk evaluasi 2027, yang membuka kemungkinan reklasifikasi status Indonesia dari emerging market menjadi frontier market.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)
Indonesia dimasukkan ke dalam daftar pantau
Melalui pengumuman S&P Dow Jones Indices Country Classification 2026/2027 Watchlist, Indonesia dimasukkan ke dalam daftar pantau (watchlist) untuk kemungkinan turun status dari emerging market menjadi frontier market.Lembaga penyedia indeks global tersebut menyoroti isu transparansi pasar sebagai salah satu alasan utama, seiring dengan perhatian yang sebelumnya disampaikan MSCI. Apabila berbagai persoalan tersebut tidak kunjung terselesaikan, status pasar Indonesia berpotensi dievaluasi pada tinjauan berikutnya.
Sementara itu, data penutupan perdagangan sesi I pada Rabu, 8 Juli 2026, IHSG ditutup melemah 66,35 poin atau 1,11 persen ke posisi 5.920,15. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 6,99 poin atau 1,17 persen ke posisi 587,93.