Asisten Teritorial Kasau Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto saat menghadiri Rapimnas FKPPI. Foto: Metrotvnews/Azri Arifin.
Rapimnas FKPPI Bahas Ancaman Siber hingga Polarisasi
Metro TV • 11 September 2026 20:04
Jakarta: Asisten Teritorial Kasau Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto menyoroti berkembangnya ancaman terhadap keutuhan NKRI di tengah kemajuan teknologi. Bentuk ancaman saat ini tidak hanya berkaitan dengan pertahanan fisik, tetapi juga mencakup polarisasi, serangan siber, hingga ideologi yang merusak Pancasila.
Hal itu disampaikan saat menghadiri Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) di Jakarta, Jumat, 11 September 2026. Ia mengatakan, perubahan bentuk ancaman tersebut perlu diikuti dengan penguatan peran kader FKPPI dalam bela negara.
“Sebagai keturunan purnawirawan dan prajurit TNI-Polri, kader FKPPI harus menjadi benteng terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI, yang kini mencakup perlindungan dari polarisasi, ancaman siber, serta ideologi yang merusak Pancasila,” kata Arifaini.
“Dunia berubah dengan cepat dan era digital menuntut organisasi untuk bergerak adaptif, profesional, akuntabel, serta melakukan transformasi guna memperkuat tata kelola organisasi agar tetap relevan, responsif, dan dicintai generasi muda,” ujar Arifaini.
Arifaini menilai penguatan bela negara menjadi salah satu fokus penting dalam Rapimnas FKPPI 2026. Selain menghadapi ancaman siber dan polarisasi, bela negara juga perlu diwujudkan melalui upaya menjaga Pancasila dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
.jpeg)
Asisten Teritorial Kasau Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto saat menghadiri Rapimnas FKPPI. Foto: Metrotvnews/Azri Arifin.
Ia mengatakan Rapimnas FKPPI menjadi ruang untuk menyatukan persepsi sekaligus merumuskan langkah strategis organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut.
“Rapimnas ini adalah wadah konsolidasi gagasan, menyamakan persepsi, dan merumuskan program kerja yang membumi,” pungkas Arifaini.
(Metrotvnews.com/M. Azri Arifin)