Seluruh proses pembangunan kembali permukiman adat ini dikerjakan oleh masyarakat Dusun Sade dengan semangat kebersamaan. (AT/Ardi Teristi)
Dua Pekan Pascakebakaran, Masyarakat Adat Sade Mulai Kembali Bangkit
Ardi Teresti Hardi • 10 September 2026 08:24
Lombok Barat: Duka akibat kebakaran yang melanda permukiman adat Desa Sade, Dusun Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, belum sepenuhnya sirna. Di tengah sisa-sisa bangunan yang hangus terbakar, warga mulai menata kembali kehidupan sekaligus membangun rumah mereka.
Kebakaran yang terjadi pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026, sekitar pukul 20.30 Wita, menghanguskan hampir seluruh kawasan permukiman adat beserta harta benda milik warga. Peristiwa tersebut menyisakan kayu-kayu yang menghitam dan reruntuhan bangunan di sejumlah titik.
Namun, suasana di lokasi perlahan berubah. Pada Rabu sore, 9 September 2026, aktivitas warga kembali terlihat di tengah bekas kebakaran. Masyarakat bergotong royong mendirikan kembali rumah-rumah yang terdampak.
Pembangunan dilakukan secara swadaya dengan melibatkan warga setempat. Mereka memanfaatkan material yang masih tersedia serta mengerjakan pembangunan secara bersama-sama.
Salah seorang warga Dusun Sade, Itok Sanadi, 38, mengatakan pembangunan kembali permukiman telah memasuki tahap rekonstruksi fisik. Proses tersebut diperkirakan membutuhkan waktu maksimal sekitar dua bulan.
"Insyaallah kalau ini, paling lambat dua bulan sudah jadi. Karena pondasi masih ada, dan kayu-kayunya sudah disetel dari bawah, tinggal langsung diangkat saja," ujar Fitok saat ditemui di lokasi pembangunan, Rabu, 9 September 2026.
Menurut Fitok, keberadaan pondasi rumah yang masih tersisa menjadi salah satu faktor yang membantu mempercepat proses pembangunan. Kayu untuk konstruksi juga telah disiapkan dan disesuaikan dari bagian bawah sehingga dapat langsung dipasang.
Meski pembangunan terus berjalan, warga masih menghadapi kendala dalam penyelesaian bagian atap rumah. Permukiman adat Sade menggunakan alang-alang sebagai material atap, sementara sebagian besar warga juga tengah membangun rumah masing-masing.
"Yang agak lambat ini bagian pembuatan atap alang-alang. Karena warga sibuk membangun rumah masing-masing, jadi itu yang membuat pembuatan atapnya sedikit memakan waktu. Kita kan menggunakan atap alang-alang," tambahnya.
(2).jpeg)
Kebakaran telah menghanguskan permukiman adat Suku Sasak di Desa Adat Sade, Lombok Tengah, NTB. Foto: Dok. Kemenbud.
Berdasarkan data di lapangan, kebakaran tersebut berdampak pada kurang lebih 78 bangunan di kawasan permukiman adat Sade.
Kini, proses pemulihan dilakukan secara bertahap oleh masyarakat Dusun Sade. Di antara sisa bangunan yang terbakar, warga bekerja bersama membangun kembali rumah-rumah mereka.
Semangat gotong royong menjadi bagian dari proses rekonstruksi permukiman adat tersebut. Warga tidak hanya membersihkan sisa kebakaran, tetapi juga mulai menghidupkan kembali aktivitas pembangunan di kawasan yang sebelumnya dilanda kebakaran.
Upaya tersebut menjadi langkah warga Sade untuk kembali menata permukiman mereka setelah kebakaran melanda kawasan adat pada 22 Agustus 2026.