Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto memberikan keterangan dalam kunjungan kerja di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (10/9/2026). ANTARA/Tumpal Andani Aritonang
BNPB Kerahkan 15 Ribu Personel Tangani Karhutla di Kalbar
Achmad Zulfikar Fazli • 10 September 2026 22:49
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan 15.091 personel satuan tugas gabungan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Barat. Petugas telah menyiram 520 ribu liter air dari udara untuk memadamkan api.
"Kami sudah punya posko OMC dan setiap hari berkoordinasi dengan BMKG. Sejalan dengan arahan Bapak Presiden (Prabowo Subianto) dan Wakil Presiden (Gibran Rakabuming Raka), sekecil apa pun ada peluang pertumbuhan awan maka laksanakan OMC untuk membasahi lahan agar api tidak meluas," kata Kepala BNPB Suharyanto dalam keterangannya di Jakarta, dilansir dari Antara, Kamis, 10 September 2026.
Dia menjelaskan intervensi masif dilakukan menyusul memburuknya Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kalimantan Barat hingga level berbahaya yang telah memicu 1.337 kasus ISPA, serta memaksa perpanjangan masa belajar dari rumah bagi siswa sekolah.
Di jalur darat, tim gabungan TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dan masyarakat memadamkan 155,96 hektare lahan dari total 691,74 hektare area terbakar di wilayah Kubu Raya, Mempawah, Ketapang, dan Singkawang menggunakan mesin pompa darurat dan pembasahan gambut dalam.
Untuk operasi pemadaman udara, sembilan helikopter water bombing dikerahkan dengan catatan 84 kali penyiraman di kawasan Ketapang, ditopang tiga pesawat OMC yang menyemai bahan garam (Natrium Klorida/NaCl) di tujuh kabupaten untuk memicu hujan buatan.
.jpg)
Ilustrasi operasi modifikasi cuaca. Foto- BNPB
Suharyanto menegaskan hal itu adalah bentuk komitmen BNPB, yang terus memobilisasi logistik, melengkapi alat pengaman diri bagi petugas lapangan, serta memperketat sinergi lintas instansi guna memastikan keselamatan masyarakat di seluruh wilayah terdampak karhutla.
Instruksi strategis tersebut disampaikan Wapres Gibran saat meninjau Posko Penanganan Darurat Karhutla di Guntung Damar, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, bersama Kepala BNPB Suharyanto pada Kamis pagi.
"Kami meminta Bapak Kepala BNPB agar memberikan atensi penuh penanganan darurat karhutla, khususnya kelompok rentan yang terdampak asap karhutla," kata Wapres.
Wapres menekankan perlunya skema perlindungan khusus bagi anak-anak dan kelompok rentan dari paparan kabut asap, serta meminta BNPB menjadikan kawasan di sekitar lingkungan sekolah sebagai prioritas utama pemadaman darat dan udara.
Mengenai rencana pembukaan kembali Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di daerah terdampak, Wapres mengimbau pihak sekolah dan pemerintah daerah untuk berkoordinasi secara matang dengan keluarga murid guna memastikan aspek keselamatan kesehatan.
Selain itu, Wapres meminta operasi modifikasi cuaca dipacu lebih agresif dengan menyemai bahan rekayasa cuaca secara langsung setiap kali terdeteksi potensi awan hujan tanpa menunda. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.