Petugas gabungan saat melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan TNBTS/Polres Malang.
Karhutla Bromo: 3 Titik Api Masih Mengepul di Malang dan Probolinggo
Daviq Umar Al Faruq • 14 September 2026 08:42
Malang: Tiga lokasi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tercatat masih mengeluarkan kepulan asap dan titik api hingga Minggu sore, 13 September 2026. Petugas gabungan kini terus bersiaga untuk mengantisipasi potensi meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tersebut.
Kepulan asap terpantau muncul dari dua titik di wilayah Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, serta satu titik di wilayah Jemplang, Kabupaten Malang. Proses pemadaman di area Malang sempat terkendala oleh medan lereng curam yang tak terjangkau jalur darat.
"Penanganan masih terus dilakukan. Petugas melakukan pemadaman, pembasahan dan monitoring di titik-titik yang masih mengeluarkan asap maupun api," kata Kasihumas Polres Malang AKP M Budiono, Senin 14 September 2026.
Untuk wilayah Malang, kepulan asap putih masih membumbung di Blok Painem yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Kendati demikian, api di kawasan Tracking Jalur Leluhur Desa Ngadas sudah berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Tim gabungan dari BPBD bersama pihak TNBTS terus menggencarkan proses pembasahan di sejumlah titik rawan. Langkah pendinginan difokuskan di area Blok Batengan, Blok Painem, dan Blok Kentongan.
"Setelah api berhasil dipadamkan, bukan berarti penanganan selesai. Petugas tetap melakukan pendinginan dan pemantauan karena masih ada beberapa lokasi yang berasap dan berpotensi menimbulkan api kembali," jelas Budiono.

Petugas gabungan saat melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan TNBTS/Polres Malang.
Sebelumnya, personel gabungan terpaksa menembus medan berat dengan berjalan kaki serta mengendarai sepeda motor sambil membawa hydran portable. Kebutuhan penanganan aerial seperti drone water sprayer atau helikopter water bombing kini sangat diperlukan untuk menjangkau tebing yang terisolasi.
Aktivitas pemantauan intensif masih dipusatkan di Pos Jemplang dengan melibatkan jajaran Polres Malang, TNI, Manggala Agni, hingga elemen masyarakat setempat. Peninjauan lokasi dan penyaluran bantuan logistik juga telah dilakukan oleh Wakapolres Malang Kompol Fahmi Amarullah bersama jajaran Muspika Poncokusumo.
Guna menjaga keselamatan warga serta kelancaran pemadaman, pihak kepolisian meminta publik untuk tidak mendekati area perbatasan hutan yang terbakar. Seluruh personel gabungan dipastikan tetap bersiaga di lapangan hingga situasi benar-benar kondusif.
"Kami minta masyarakat tidak mendekati titik kebakaran. Selain kondisi medan yang berbahaya, hal itu juga dapat mengganggu petugas yang sedang melakukan pemadaman dan pemantauan," ujar Budiono.