Cegah Karhutla, Kemenhut dan BMKG Perkuat Strategi Sains

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menjalin kerja sama strategis dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Foto: Dok. Kemenhut.

Cegah Karhutla, Kemenhut dan BMKG Perkuat Strategi Sains

Fachri Audhia Hafiez • 22 April 2026 18:17

Jakarta: Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menjalin kerja sama strategis dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memperkuat pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) berbasis sains. Langkah ini diambil guna merespons potensi fenomena El Nino 2026 yang diprediksi muncul lebih cepat pada semester kedua tahun ini dengan intensitas lemah hingga moderat.

“Saya sering sampaikan ini adalah tahun kita latihan tahun kita belajar untuk mengantisipasi apa yang akan kita hadapi. Untuk tahun ini sudah disampaikan bahwa kemarau akan datang lebih cepat dari tahun lalu, dan akan berakhir lebih lambat, kemudian El Nino lemah sampai moderat artinya dibandingkan tahun lalu, kemungkinan terjadinya karhutla tahun ini lebih besar dibandingkan tahun lalu,” ujar Raja Juli di Kantor BMKG, Jakarta, dikutip melalui keterangan tertulis, Rabu, 22 April 2026.
 


Raja Juli menegaskan bahwa BMKG memegang peran krusial dalam upaya menekan angka karhutla melalui prediksi cuaca yang presisi. Dia menekankan prinsip pencegahan jauh lebih baik daripada memadamkan api yang sudah berkobar. Kerja sama ini mencakup integrasi data meteorologi, penguatan kapasitas SDM, hingga pelaksanaan analisis risiko yang lebih akurat.

Strategi utama yang disiapkan adalah Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan sejak dini sebelum titik api muncul. Fokus utama akan diarahkan pada pemantauan tinggi muka air tanah, terutama di wilayah lahan gambut yang memiliki risiko tinggi jika mengalami kekeringan ekstrem.

“BMKG memerankan peran yang sangat penting untuk menurunkan angka karhutla. Dengan tadi memprediksi cuaca yang dengan begitu presisi dengan lebih prediktif, termasuk prevensi atau mencegah itu jauh lebih baik daripada mengobati, mencegah terjadinya karhutla itu jauh lebih baik ketimbang memadamkan ketika apinya sudah berkobar,” tegas Raja Juli.


Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menjalin kerja sama strategis dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Foto: Dok. Kemenhut.

Saat ini, Kemenhut terus berkoordinasi dengan berbagai instansi untuk memantau tinggi muka air tanah secara real time. Jika indikator menunjukkan angka di bawah 40 cm, pemerintah akan segera melakukan OMC untuk menambah cadangan air tanah guna memastikan lahan gambut tetap basah dan tidak mudah terbakar.

“OMC yang dilakukan jauh-jauh hari sebelum apinya menyala. Sekarang sedang berkoordinasi dengan berbagai instansi, tinggi muka air tanah kita pantau ketika nanti di bawah 40 cm kita adalah OMC untuk menambah permukaan air tanah, terutama di daerah-daerah gambut kalau sudah menyala sulit padam, kalau cadangan airnya cukup insya Allah kita tidak akan terjadi kebakaran,” ucap Raja Juli.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)