Wali Kota Palembang Ratu Dewa (mengenakan baju khas warga hijau muda) saat memimpin rapat antisipasi karhutla di Palembang, Selasa, 21 April 2026. ANTARA/M Imam Pramana
Bakar Lahan di Palembang Siap-siap Terancam Pidana
Silvana Febiari • 21 April 2026 12:50
Palembang: Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Sumatra Selatan membentuk tim sosialisasi mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 2026. Tugas mereka mengedukasi warga di setiap kecamatan dan berkoordinasi dengan TNI, Polri, hingga tokoh masyarakat.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan berdasarkan data BMKG, musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih panjang. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran lahan.
"Kami imbau masyarakat jangan sampai melakukan tindakan membakar lahan, karena hal tersebut bisa merujuk ke arah pidana," kata Wali Kota Ratu Dewa usai memimpin rapat antisipasi karhutla di Palembang, dilansir dari Antara, Selasa, 21 April 2026.
Sebelumnya, Kepala BPBD Kota Palembang Ahmad Furqon menyampaikan pihaknya telah melakukan kajian bencana. Hasilnya, terdapat empat kecamatan yang berpotensi mengalami karhutla saat musim kemarau yang diperkirakan mulai Mei 2026.
Adapun empat wilayah itu yakni Kecamatan Alang-Alang Lebar, Kecamatan Kertapati, Kecamatan Semarang Borang, dan Kecamatan Plaju. "Kecamatan itu merupakan wilayah yang berbatasan dengan kabupaten lain seperti Ogan Ilir dan Banyuasin yang masih banyak terdapat lahan hutan," ungkapnya.

Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badah, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Sabtu, 28 Maret 2026. ANTARA/HO-BPBD Kutai Kartanegara
Ia menjelaskan strategi patroli yang dilakukan tidak hanya sekadar pemantauan fisik, tetapi juga melibatkan edukasi kepada masyarakat sekitar. Petugas di lapangan rutin memberikan imbauan agar warga tidak membuka lahan dengan cara dibakar, terutama di area yang berdekatan dengan pemukiman.
Selain itu, kata dia, perlengkapan sarana dan prasarana juga telah disiagakan. Pihaknya berkoordinasi dengan Damkar Palembang untuk menangani jika terjadi karhutla.