Wakil Gubernur DKI Jakarta, membuka Forum Bisnis Daerah 2026 bertema “Indonesia Economic Outlook: Strategi Daerah Menjawab Dinamika Ekonomi Global” di Jakarta, Senin (27/4/2026). ANTARA/HO-Pemprov DKI Jakarta
Pemprov DKI bakal Sederhanakan Perizinan Usaha untuk Dorong Investasi
Achmad Zulfikar Fazli • 27 April 2026 17:52
Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen menyederhanakan perizinan serta memberikan insentif fiskal untuk mendorong investasi dan mempermudah kegiatan usaha. Pemprov DKI Jakarta juga telah menghadirkan berbagai program untuk menumbuhkan kewirausahaan dan memperluas kesempatan kerja.
"Antara lain Jakarta Entrepreneur, job fair, mobile training unit, dan TransJakarta Academy," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno saat membuka Forum Bisnis Daerah 2026 bertema “Indonesia Economic Outlook: Strategi Daerah Menjawab Dinamika Ekonomi Global” di Jakarta, dilansir dari Antara, Senin, 27 April 2026.
Rano mengatakan di tengah berbagai tantangan global, Jakarta mampu mempertahankan posisinya sebagai tujuan investasi. Pada 2025, realisasi investasi di Jakarta mencapai Rp270,09 triliun, mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi dan stabilitas iklim usaha di ibu kota.
Dia menyampaikan Jakarta terus mengakselerasi langkah untuk masuk dalam jajaran 50 kota global pada 2030. Upaya tersebut ditopang kinerja ekonomi yang positif, dengan pertumbuhan mencapai 5,21 persen secara tahunan (year-on-year) dan kontribusi sebesar 16,61 persen terhadap perekonomian nasional.
.jpg)
Ilustrasi Jakarta. Dok. Medcom
Baca Juga:
Rano Karno: Tanpa Seni, Jakarta Hanyalah Kumpulan Beton |
Rano mengatakan Forum Bisnis Daerah yang diinisiasi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jaya sebagai upaya menjawab tantangan dunia usaha di tengah dinamika ekonomi global.
“Ini merupakan ruang strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang semakin kompleks,” ujar dia.
Dia mengatakan HIPMI Jaya memiliki peran strategis dalam mendorong inovasi, memperkuat daya saing, serta membuka lebih banyak peluang kerja.
"Forum ini diharapkan melahirkan gagasan konkret yang memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan, sekaligus meningkatkan daya saing Jakarta sebagai tujuan investasi,” kata dia.