Ilustrasi. Foto: Magnific.
Edukasi Membangun Generasi Muda Siap Ekosistem Keuangan Digital
Ade Hapsari Lestarini • 11 May 2026 12:38
Yogyakarta: PT Kredit Utama Fintech Indonesia atau RupiahCepat memperkuat komitmennya dalam meningkatkan literasi masyarakat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan GROW with RupiahCepat.
Salah satu program yang dijalankan ialah menghadirkan fasilitas pojok baca di SD Muhammadiyah Worawari, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Program tersebut dilatarbelakangi pentingnya penguatan literasi dasar sejak usia dini. Berdasarkan data Programme for International Student Assessment (PISA) 2022, kemampuan membaca pelajar Indonesia masih tergolong rendah, yakni berada di peringkat ke-63 dari 81 negara dan peringkat ke-6 di ASEAN.
Nilai kemampuan membaca pelajar Indonesia tercatat sebesar 359 atau masih berada di bawah rata-rata negara anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).
Melalui program ini, RupiahCepat memberikan bantuan berupa rak dan buku bacaan yang diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran sekaligus mendorong budaya membaca di lingkungan sekolah. Kegiatan tersebut melibatkan 49 siswa dan 13 guru SD Muhammadiyah Worawari.
Direktur PT Kredit Utama Fintech Indonesia, Anna Maria Chosani, mengatakan literasi membaca menjadi fondasi penting dalam membangun kemampuan berpikir dan memahami informasi.
“Kami percaya membangun kebiasaan membaca sejak dini merupakan langkah penting dalam membentuk generasi yang lebih kritis dan mampu memahami berbagai informasi dengan baik. Melalui pojok baca ini, kami berharap siswa memiliki akses yang lebih luas terhadap bahan bacaan yang bermanfaat,” ujar Anna.
Kepala SD Muhammadiyah Worawari, Sri Pujilestari, mengapresiasi dukungan tersebut.
"Pojok baca ini sangat bermanfaat bagi siswa kami dalam meningkatkan minat baca dan memperluas wawasan. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai bagian dari proses pembelajaran sehari-hari," kata Sri.
Selain menghadirkan fasilitas literasi, RupiahCepat juga menggelar sesi edukasi interaktif mengenai pengelolaan keuangan sederhana bagi anak-anak, seperti pentingnya menabung dan memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Materi disampaikan melalui pendekatan yang menyenangkan, mulai dari video edukasi, diskusi, hingga permainan interaktif.
.jpg)
Edukasi keuangan bagi mahasiswa
Di tingkat perguruan tinggi, RupiahCepat juga berpartisipasi dalam program edukasi “Pindar Mengajar: Cerdas Mengelola, Bijak Bertransaksi” yang diselenggarakan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) bersama civitas akademika Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta.
Kegiatan tersebut diikuti ratusan mahasiswa dengan materi yang berfokus pada manajemen keuangan personal, pengelolaan arus kas, prinsip budgeting sederhana, serta pentingnya menetapkan prioritas pengeluaran guna menghindari perilaku konsumtif.
Mahasiswa juga dibekali pemahaman mengenai pemanfaatan layanan keuangan digital secara bijak dan produktif, termasuk untuk kebutuhan pendidikan maupun pengembangan usaha. Anna mengatakan edukasi di tingkat perguruan tinggi menjadi langkah strategis untuk membangun generasi muda yang siap menghadapi perkembangan ekosistem keuangan digital.
"Mahasiswa merupakan kelompok yang aktif dalam memanfaatkan layanan keuangan digital. Oleh karena itu, penting bagi kami untuk memastikan mereka tidak hanya memiliki akses, tetapi juga pemahaman yang kuat agar dapat menggunakan layanan tersebut secara bijak, bertanggung jawab, dan produktif," ujar dia.
Melalui kedua kegiatan tersebut, RupiahCepat menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan literasi dasar dan literasi keuangan masyarakat di era digital.