Iran Sebut Negara Pendukung Sanksi AS Akan Hadapi Kesulitan di Selat Hormuz

Sebuah kapal tanker melintas di Selat Hormuz. (Press TV)

Iran Sebut Negara Pendukung Sanksi AS Akan Hadapi Kesulitan di Selat Hormuz

Willy Haryono • 10 May 2026 14:47

Teheran: Juru bicara militer Iran pada Minggu, 10 Mei 2026, memperingatkan negara-negara pendukung sanksi Amerika Serikat terhadap Teheran akan menghadapi kesulitan saat melintasi Selat Hormuz.

“Negara-negara yang menegakkan sanksi AS terhadap Iran pasti akan menghadapi kesulitan dalam melewati Selat Hormuz,” kata Brigjen Akrami Nia dalam pernyataan yang dikutip kantor berita semi-resmi Tasnim.

Akrami Nia juga menegaskan bahwa tidak ada tujuan pihak lawan yang berhasil dicapai dalam konflik terbaru dengan Iran.

“Tak satu pun tujuan musuh tercapai,” ujarnya, seraya menambahkan keseimbangan politik sistem Iran juga tidak terganggu.

Ketegangan kawasan meningkat tajam sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut memicu balasan dari Teheran terhadap Israel serta sekutu AS di kawasan Teluk, termasuk penutupan Selat Hormuz.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan. Namun, pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan permanen.

Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang masa gencatan senjata tanpa batas waktu tertentu guna membuka ruang diplomasi untuk penyelesaian permanen konflik.

Sejak 13 April, AS memberlakukan blokade angkatan laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di Selat Hormuz.

Trump pada Selasa lalu juga mengumumkan militer AS akan menghentikan sementara “Project Freedom” untuk memulihkan kebebasan navigasi kapal dagang di jalur pelayaran tersebut. Meski demikian, ia menegaskan blokade Amerika tetap akan berlangsung “sepenuhnya.”

Baca juga:  Iran Siapkan UU Selat Hormuz, Kapal AS dan Israel Bisa Dilarang Lewat

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)