Potensi Kerugian Dampak Kekeringan di Jabar Capai Rp89,37 Triliun

Ilustrasi-Area persawahan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang kekeringan akibat musim kemarau. (DOK.PEMKABBEKASI)

Potensi Kerugian Dampak Kekeringan di Jabar Capai Rp89,37 Triliun

Media Indonesia • 11 May 2026 16:39

Bandung: Ancaman kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) di Jawa Barat berada pada kategori tinggi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat mengimbau masyarakat untuk bersiaga menghadapi bencana akibat musim kemarau.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat, Teten Ali Mulku Engkun, mengungkapkan potensi dampak yang sangat besar dari bencana kekeringan kali ini.

“Potensi penduduk terdampak kekeringan di Jawa Barat diperkirakan mencapai lebih dari 49 juta jiwa. Potensi kerugian ekonomi akibat kemarau dan kekeringan diperhitungkan mencapai sekitar Rp89,37 triliun,” ungkap Teten, dikutip Media Indonesia, Senin, 11 Mei 2026.

Untuk mengantisipasi datangnya musim kemarau, BPBD Jawa Barat telah menggelar rapat koordinasi pada akhir pekan lalu. Rakor tersebut menghadirkan narasumber dari Kepala Pusat Air Tanah Badan Geologi, Agus Cahyono Adi, dan Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Barat, Rakhmat Prasetya.
 


Teten menambahkan, melalui rakor ini BPBD Provinsi Jawa Barat menekankan pentingnya kesiapsiagaan daerah dan penguatan koordinasi lintas sektor. Selain itu, rakor juga membahas langkah mitigasi dan penanganan darurat yang cepat, terarah, terpadu, dan terkoordinasi.

Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Barat, Rakhmat Prasetya, memaparkan prakiraan musim kemarau tahun 2026 serta potensi fenomena El Nino. Rakhmat memperkirakan penurunan curah hujan akan terjadi pada periode Juni hingga Agustus.


Ilustrasi. freepik

Pada kesempatan yang sama, pakar lingkungan dari Badan Geologi, Idham Effendi, menyampaikan kondisi ketersediaan air tanah di Jawa Barat.

“Untuk menghadapi kemarau, ada beberapa langkah mitigasi yang dapat dilakukan, di antaranya pembangunan sarana penampungan air, konservasi sumber daya air, optimalisasi sumur pantau, serta penguatan kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Jawa Barat,” tandas Idham.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)