Ilustrasi-Pendistribusian air bersih di Dusun Borangan, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang. (Dok BPBD Kabupaten Semarang)
Hadapi Kemarau, Jateng Siapkan 123 Juta Liter Air Bersih
Lukman Diah Sari • 4 May 2026 19:42
Semarang: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai bersiap-siap menghadapi dampak musim kemarau tahun ini, salah satunya menyiapkan 123 juta liter air bersih untuk warga yang mengalami krisis air. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan pihaknya telah melakukan pemetaan daerah rawan kekeringan secara komprehensif.
"Tahun 2026 ini hasil koordinasi kami dengan BPBD kabupaten/kota sudah disiapkan 123 juta liter air, ada 18 kabupaten/kota yang diperkirakan akan terdampak. Sudah siap untuk didistribusikan," kata Bergas di Semarang, Senin, 4 Mei 2026, melansir Antara.

Ilustrasi kekeringan. (MGN/Nur Soli)
Dia mengatakan hal tersebut saat Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) Triwulan I-2026 di Kantor Gubernur Jateng di Semarang. Ia menjelaskan, saat ini memang masih terjadi hujan di wilayah Jateng, sebab khusus Pulau Jawa akan memasuki musim kemarau diprakirakan pada Juni 2026.
"Peristiwa di tahun 2026 ini diperkirakan hampir sama seperti di tahun 2024. Di mana pada tahun 2024, BPBD provinsi maupun kabupaten/kota sudah bisa mendistribusikan di 54 juta liter air," ungkap dia.
Distribusi air bersih tersebut juga sudah dilakukan pemetaan, termasuk alat distribusi, sedangkan saat ini masih dilakukan kajian dan perhitungan mengenai biaya distribusi, lantaran adanya kenaikan harga BBM non-subsidi.
"Nanti kita koordinasikan lagi, termasuk dengan beberapa BUMD juga kita kondisikan. Ini untuk membantu agar dampak kekeringan bisa dikurangi. Tidak hanya soal kebutuhan air bersih dan air baku, tetapi juga dampaknya pada swasembada pangan," ujar dia.