Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka (tengah) didampingi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (kedua kiri), Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kedua kanan), dan Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat (kiri). Foto: ANTARA/HO-BKIP Kemenhub.
Menhub Tekankan Kualitas Konstruksi MRT Fase 2A Demi Keselamatan Pengguna
Fachri Audhia Hafiez • 13 May 2026 08:17
Jakarta: Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa kualitas konstruksi pada proyek pembangunan Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta Fase 2A harus dijaga secara optimal. Hal ini krusial untuk menjamin keselamatan kerja, ketepatan waktu penyelesaian, hingga kenyamanan masyarakat sebagai pengguna transportasi publik di masa depan.
"Penting menjaga kualitas pekerjaan konstruksi dalam proyek pembangunan MRT Fase 2A," ujar Dudy saat mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau proyek MRT rute Bundaran HI-Kota, dilansir Antara, Selasa, 12 Mei 2026.
Dudy menjelaskan bahwa rute MRT Fase 2A menunjukkan perkembangan yang positif, di mana segmen 1 (HI-Monas) telah mencapai 80,47 persen dan segmen 2 (Harmoni-Kota) berada di angka 51,04 persen. Ia berharap moda transportasi ini dapat menjadi solusi mobilitas perkotaan yang modern dan ramah lingkungan bagi warga Ibu Kota.
"Kehadiran MRT tidak hanya meningkatkan konektivitas transportasi publik di wilayah Jakarta, namun juga menjadi solusi mobilitas perkotaan yang modern, efisien, dan ramah lingkungan," imbuhnya.
Dalam peninjauan tersebut, Gibran turut memberikan apresiasi atas pengerjaan proyek yang berjalan sesuai lini masa. Berdasarkan laporan, progres gabungan pembangunan saat ini telah mencapai 59 persen dan ditargetkan mulai beroperasi secara bertahap pada akhir 2027.
“Secara keseluruhan, tadi sudah dilaporkan Pak Dirut (MRT) progres pembangunannya sudah mencapai 59 persen. Di akhir tahun 2027, HI-Monas tersambung dan sudah beroperasi, lalu di akhir 2029 nyambung sampai ke Stasiun Kota,” kata Gibran.
.jpg)
MRT. Foto: Media Indonesia/Susanto.
Gibran menekankan bahwa penyediaan transportasi publik yang terintegrasi merupakan salah satu program prioritas di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Untuk itu, ia meminta sinergi kuat antara pemerintah pusat, daerah, serta kawasan aglomerasi guna mewujudkan ekosistem transportasi yang aman dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.