Kasus PMK di Riau Capai 758 Ekor Ternak hingga Mei 2026

Ilustrasi-petugas Dinas PKH Riau saat memberikan vaksin PMK kepada hewan ternak masyarakat tahun lalu.ANTARA/HO-Pemprov Riau

Kasus PMK di Riau Capai 758 Ekor Ternak hingga Mei 2026

Lukman Diah Sari • 16 May 2026 15:19

Pekanbaru: Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Riau mencatat total 758 kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak sepanjang periode 1 Januari hingga 12 Mei 2026. Kepala Dinas PKH Riau Mimi Yuliani mengatakan dari total kasus tersebut, sebanyak 532 ekor telah dinyatakan sembuh, sedangkan 226 ekor lainnya masih dalam proses penanganan dan pemantauan.

“Alhamdulillah, sebagian besar ternak yang terpapar sudah berhasil sembuh. Saat ini petugas terus melakukan penanganan terhadap ternak yang masih sakit agar kondisi segera pulih,” kata Mimi, di Pekanbaru, Sabtu, 16 Mei 2026, melansir Antara.

Pemerintah daerah, kata dia, terus bergerak melakukan pengawasan, pengobatan, serta edukasi kepada peternak guna menekan penyebaran PMK di lapangan. Ia menjelaskan, Kabupaten Indragiri Hulu masih menjadi daerah dengan jumlah kasus terbanyak, yakni 368 ekor ternak yang tersebar di empat kecamatan dan 12 desa.

"Sebanyak 196 ekor sudah sembuh dan sisanya masih dalam penanganan petugas bersama pemerintah daerah setempat," ungkap dia.

Sementara itu, Kabupaten Rokan Hulu dari 155 kasus yang sempat ditemukan. Dengan rincian, sebanyak 153 ekor ternak telah sembuh dan hanya menyisakan dua kasus aktif.

"Di Kabupaten Kampar masih memiliki sejumlah kasus aktif, sehingga pengawasan dan pendampingan kepada peternak terus ditingkatkan. Di Kabupaten Siak 118 ekor ternak yang sebelumnya terpapar PMK kini telah dinyatakan sembuh sepenuhnya," ungkap dia.

Puluhan ekor hewan ternak sapi yang ditawarkan di Pasar Hewan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)

Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir dan Kota Dumai, yang saat ini sudah tidak memiliki kasus aktif. Sementara itu, di Kabupaten Kepulauan Meranti masih terdapat 11 kasus aktif yang saat ini terus ditangani oleh tim kesehatan hewan.

Pemprov Riau mengimbau para peternak untuk tetap menjaga kebersihan kandang, membatasi lalu lintas ternak, serta segera melapor kepada petugas apabila menemukan gejala PMK pada hewan ternak mereka.

"Kami juga memastikan pengawasan dan langkah penanganan akan terus diperkuat guna menjaga kesehatan ternak serta mendukung stabilitas sektor peternakan di Riau," jelas dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)