Waspada! Musim Kemarau di DIY Tahun Ini Diprediksi Lebih Kering

Ilustrasi kekeringan. (MGN/Nur Soli)

Waspada! Musim Kemarau di DIY Tahun Ini Diprediksi Lebih Kering

Whisnu Mardiansyah • 11 March 2026 20:11

Yogyakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim kemarau 2026 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) lebih kering dibandingkan tahun lalu dengan curah hujan yang cenderung berada di bawah normal. Sebagian besar wilayah DIY diprakirakan mulai memasuki musim kemarau pada Dasarian III April 2026.

Kepala Stasiun Klimatologi DIY Reni Kraningtyas menjelaskan sifat musim kemarau tahun ini umumnya berada di bawah normal, yang berarti curah hujan lebih sedikit dari rata-rata klimatologis.

"Sifat musim kemarau 2026 di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta umumnya bawah normal, artinya hujannya lebih sedikit daripada rata-rata klimatologisnya atau lebih kering dari biasanya," kata Reni di Yogyakarta seperti dilansir Antara, Rabu, 11 Maret 2026.

Meski sebagian besar wilayah DIY memasuki kemarau pada akhir April, sejumlah kecamatan di Kabupaten Sleman, wilayah Kota Yogyakarta, Kulon Progo bagian utara, sebagian wilayah Gunungkidul bagian barat, serta wilayah Bantul bagian utara diprakirakan baru memasuki musim kemarau pada Dasarian I Mei 2026.
 


Menurut Reni, kondisi musim kemarau yang cenderung lebih kering itu dipengaruhi indikasi fenomena El Nino lemah yang berpotensi muncul pada pertengahan hingga akhir 2026.

"Ada indikasi fenomena El Nino lemah pada pertengahan tahun yang dapat menyebabkan curah hujan cenderung lebih sedikit," ujar dia.

BMKG memprakirakan puncak musim kemarau di wilayah DIY terjadi pada Agustus 2026. Durasi musim kemarau di sebagian besar wilayah DIY diprediksi berlangsung sekitar 19 hingga 21 dasarian atau sekitar 6,5 hingga tujuh bulan. Akhir musim kemarau umumnya diprediksi terjadi pada Dasarian I November 2026.


Ilustrasi kekeringan. (MGN/Nur Soli)

Reni mengingatkan pada masa peralihan musim atau pancaroba pada Maret hingga April masih berpotensi terjadi hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir. Curah hujan di wilayah DIY pada Maret masih berada pada kategori menengah hingga tinggi, kemudian diprediksi mulai menurun pada April dan Mei seiring peralihan menuju musim kemarau.

BMKG mengimbau instansi terkait dan para pemangku kepentingan untuk mengantisipasi kondisi iklim yang berpotensi lebih kering dari biasanya.

"Kami mohon instansi terkait dan stakeholder dapat mengantisipasi kondisi iklim ke depan yang cenderung lebih sedikit curah hujannya," kata Reni.

Ia juga mengingatkan para petani untuk menyesuaikan pola tanam dan mengantisipasi potensi defisit air pada musim kemarau mendatang.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)