Arsip - Petugas Disdamkarmat Kotim mengecek salah satu rumah yang mengalami korsleting listrik beberapa waktu lalu. (ANTARA/HO-Disdamkarmat Kotim)
Warga Kotim Diimbau Matikan Listrik Sebelum Tinggalkan Rumah untuk Mudik
Silvana Febiari • 11 March 2026 16:34
Kotim: Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mengimbau warga memutus atau mematikan aliran listrik sebelum meninggalkan rumah untuk mudik Lebaran.
Langkah preventif ini sangat penting demi menjaga keamanan rumah. Pasalnya, beban listrik yang dibiarkan menyala tanpa pengawasan menjadi pemicu utama kebakaran.
“Karena banyak salah satu penyebab kebakaran itu adalah korsleting listrik yang ditinggal warganya pada saat menyala,” kata Kepala Disdamkarmat Kotim Akhmad Taufik, dikutip dari Antara, Rabu, 11 Maret 2026.
Baca Juga :
Taufik menjelaskan perangkat elektronik, lampu, maupun stop kontak yang tetap terhubung dalam durasi lama akan menghasilkan panas berlebih pada komponen kabel. Risiko kebakaran meningkat tajam ketika hunian dalam keadaan kosong dalam hitungan minggu, sehingga tidak ada respons cepat saat muncul percikan api pertama.
“Ketika kita meninggalkan rumah seminggu atau dua minggu dalam kondisi stop kontak atau lampu masih hidup, itu bisa menimbulkan panas pada kabel sehingga berisiko terbakar,” jelasnya.
Taufik mengambil contoh kebakaran di kawasan Pasar Keramat Sampit pada Februari. Sebuah rumah hangus akibat aliran listrik yang tetap aktif selama sebulan tanpa penghuni. Kejadian nahas ini perlu menjadi pelajaran bagi masyarakat agar tidak sampai mengalami kejadian serupa.

Ilustrasi. (Metrotvnews/ Mohammad Rizal)
Disdamkarmat Kotim juga telah memetakan kekuatan dengan menyiagakan enam posko strategis di berbagai kecamatan, yakni sektor Baamang-Ketapang di Jalan Bengkirai, Kecamatan Kota Besi, Parenggean, Cempaga Hulu, Telawang, dan Mentaya Hilir Selatan. Tujuannya untuk mengamankan momen Idulfitri.
Khusus sektor Baamang-Ketapang, kata dia, kekuatan penuh dikerahkan dengan dukungan tiga peleton yang masing-masing beranggotakan hingga 29 personel penyelamat profesional. Secara keseluruhan Disdamkarmat Kotim menyiapkan sekitar 10 armada pemadam kebakaran yang siap digunakan selama masa siaga Lebaran.
“Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan siap siaga 1x24 jam untuk melayani pemadaman kebakaran maupun kegiatan penyelamatan,” ungkap Taufik.