1.142 Taruna KKP Dikerahkan Bantu Penanganan Bencana di Sumatra

Taruna KKP diberangkatkan untuk membantu pemulihan pascabencana. Foto: Metro TV/Siti Yona

1.142 Taruna KKP Dikerahkan Bantu Penanganan Bencana di Sumatra

Siti Yona Hukmana • 14 January 2026 13:30

Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ikut membantu penanganan bencana di Sumatra. Sebanyak 1.142 taruna satuan pendidikan vokasi KKP, diberangkatkan ke Sumatra. Mereka akan membantu pemuluhan pascabanjir bandang dan tanah longsor.

"Kehadiran kita pada hari ini merupakan penegasan komitmen negara untuk hadir di tengah masyarakat yang terdampak bencana, serta peneguhan nilai pengabdian solidaritas dan kemanusiaan," kata Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono di Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu, 14 Januari 2026.

Pelepasan secara simbolis dilakukan di Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu, 14 Januari 2026 siang. Ada 300 taruna hadir dalam acara simbolis pelepasan ini.

Sakti mengatakan taruna lainnya ada yang sudah siaga di lokasi bencana Sumatra, baik Aceh, Medan, dan Sumatra Barat serta dalam perjalanan. Dengan total taruna yang diberangkatkan ke lokasi bencana sebanyak 1.142 orang.
 


Sakti menyebut taruna-taruna itu merupakan taruna aktif yang berasal dari Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP), Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran, Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai, hingga Sekolah Usaha Perikanan Menengah di Ladong dan Pariaman.

Pelepasan taruna ini disebut sebagai bentuk kontribusi Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana alam di Provinsi Aceh dan Provinsi Sumatra Barat. Sakti mengatakan meski mengelola 11 perguruan tinggi, KKP tidak hanya bertanggung jawab mencetak SDM unggul secara teknis, tetapi juga membentuk karakter kepemimpinannya dan kepemulihan sosial.

Menurutnya, penugasan taruna ke lokasi bencana merupakan bagian dari proses pendidikan yang utuh. Di mana taruna belajar langsung tentang arti pengabdian, kerjasama lintas instansi, disiplin, empati, dan keberanian untuk hadir di saat bangsa membutuhkan.

Dalam penugasan ke lokasi bencana ini, Sakti memastikan telah menyusun skema berkoordinasi dengan instansi terkait, untuk memperhatikan aspek keselamatan, efektivitas mobilisasi, dan kebutuhan di lapangan.


Taruna KKP diberangkatkan untuk membantu pemulihan pascabencana. Foto: Metro TV/Siti Yona

Sebab, para taruna akan ditugaskan dalam dukungan rekonstruksi fasilitas umum pasca bencana, rehabilitasi lingkungan dan pemukiman, kegiatan trauma healing, dan pendampingan risiko sosial masyarakat, serta tugas-tugas kemanusiaan lainnya sesuai kebutuhan di lokasi terdampak.

"Seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan dengan semangat gotong royong dan pengabdian, serta tetap berada dalam koordinasi satuan tugas penanganan bencana," pungkas Sakti.

Hadir dalam pelepasan taruna KKP ini Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekontruksi Pascabencana Tito Karnavian, Wakil Menteri KKP Laksamana TNI Purn. Didit Herdiawan, perwakilan TNI-Polri, dan perwakilan BNPB. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)