Rumah Pilot ATR 42-500 di Tangerang Sepi, Keluarga Lakukan Pencocokan DNA

Rumah pilot pesawat ATR 400 Capt Andy Dahananto di Perumahan PWS, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

Rumah Pilot ATR 42-500 di Tangerang Sepi, Keluarga Lakukan Pencocokan DNA

Hendrik Simorangkir • 19 January 2026 13:18

Tangerang: Rumah pilot pesawat ATR 42-500, Capt Andy Dahananto, di Perumahan PWS, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, tampak sepi dari aktivitas, pada Senin, 19 Januari 2026. Istri dan anaknya diketahui telah berangkat ke Makassar untuk proses pencocokan DNA dengan jenazah korban kecelakaan yang telah ditemukan.

Capt Andy merupakan pilot pesawat ATR 42-500 milik maskapai Indonesia Air Transport (IAT) dengan rute Yogyakarta–Makassar yang jatuh di kawasan Pegunungan Bulusaraung, wilayah Pangkep-Maros, Sulawesi Selatan.

Pantauan di lokasi, rumah bercat putih tersebut terlihat tenang. Sebuah tenda terpasang di depan rumah dan terdapat satu karangan bunga ucapan duka cita dari Presiden Direktur Lion Group, Captain Daniel Putut.

"Memang betul, ini rumah Pak Andy. Pak Andy merupakan warga kami yang telah lama tinggal di RT 06 RW 03, beliau mendapatkan musibah kecelakaan pesawat di daerah Makassar," ujar Ketua RW 03 Perumahan PWS, Asep Syaiful.

Asep menuturkan, sehari sebelumnya, Minggu, 18 Januari 2026, kediaman Capt Andy sempat didatangi Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Heridiawan. Saat ini rumah tersebut sepi karena keluarga inti tengah fokus pada proses identifikasi di Makassar.

"Istri dan anak pertama Captain Andy telah berangkat menuju Makassar untuk mencocokan DNA dengan jenazah korban yang telah ditemukan. Kami para warga juga sedang menunggu kabar dari Makassar," jelas Asep.


Tim SAR Gabungan saat mencoba mengevakuasi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500, di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, Minggu, 18 Januari 2026.

Sebelumnya, pesawat ATR 42-500 registrasi PK-THT yang dioperasikan Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak pada Sabtu, 17 Januari 2026, di sekitar kawasan Leang-leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, saat hendak mendarat di Bandara Hasanuddin, Makassar.

Pesawat tersebut mengangkut 10 orang yang terdiri atas tujuh kru dan tiga penumpang. Hingga kini, tim SAR gabungan telah menemukan sejumlah serpihan pesawat serta satu jenazah korban yang masih dalam proses identifikasi.

Proses evakuasi masih terkendala cuaca buruk dan medan ekstrem di kawasan Gunung Bulusaraung sehingga memerlukan upaya ekstra dari tim di lapangan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)