Tim SAR Gabungan saat mencoba mengevakuasi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500, di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, Minggu, 18 Januari 2026.
Evakuasi Korban ATR 42-500 Hari Ketiga, Fokus Jalur Darat
19 January 2026 12:28
Pangkep: Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Puncak Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, memasuki hari ketiga, Senin, 19 Januari 2026. Tim SAR gabungan kembali bergerak untuk mengevakuasi jenazah korban yang masih tertahan di tebing sebelah utara Gunung Bulusaraung.
Sejak pagi, posko utama pencarian melepas satu regu yang terdiri dari 34 personel SAR gabungan. Tim ini secara khusus ditugaskan menjemput jenazah korban yang posisinya sulit dijangkau pada operasi sebelumnya.
Upaya evakuasi kali ini difokuskan melalui jalur darat dengan mencoba rute lain yang dinilai lebih memungkinkan. Opsi evakuasi melalui udara menggunakan helikopter belum dapat dilakukan karena kondisi cuaca yang tidak mendukung.
"Kita bagi empat search and rescue (SRU) dan kita sudah memberangkatkan SRU terjauh, SRU 4 ke lokasi," ujar Kasi Ops Basarnas Makassar Andi Sultan, Senin, 19 Januari 2026.
Dia mengatakan pihaknya menargetkan evakuasi penjemputan korban dengan penarikan dari tebing. Pasalnya, kata dia, evakuasi menggunakan helikopter tidak memungkinkan.
"Lokasi korban 200 meter dari puncak di sebelah utara," kata dia.

Tim SAR Gabungan saat mencoba mengevakuasi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500, di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, Minggu, 18 Januari 2026.
Selain regu evakuasi utama, tim SAR gabungan di kelompok lain juga telah diberangkatkan dari posko menuju sejumlah titik pencarian. Seluruh personel masih difokuskan untuk menemukan korban pesawat yang hingga kini baru satu orang berhasil dievakuasi dari total 10 orang sesuai manifes penerbangan.
Petugas menghadapi medan ekstrem berupa tebing curam dan vegetasi lebat. Koordinasi terus dilakukan antara Basarnas, TNI-Polri, serta relawan untuk mempercepat proses pencarian sekaligus memastikan keselamatan tim di lapangan. (MGN/Achmad Fachmi)