BMKG: Kualitas Udara Palembang Berbahaya Imbas Kabut Asap

Kabut asap akibat kebakaran lahan menyelimuti Kota Palembang pada Kamis (17/9) pagi. ANTARA/Edo Purmana

BMKG: Kualitas Udara Palembang Berbahaya Imbas Kabut Asap

Lukman Diah Sari • 17 September 2026 21:05

Palembang: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kualitas udara di Kota Palembang, Sumatra Selatan (Sumsel), masuk level berbahaya imbas kabut asap. Masyarakat diimbau mewaspadai kondisi tersebut.

"Pantauan Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang menunjukkan kualitas udara pagi hari ini berada di kategori hitam atau sangat berbahaya bagi kesehatan," ujar Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis, melansir Antara, Kamis, 17 September 2026.

Sebagai informasi, Particulate Matter (PM) 2,5 merupakan partikel udara berukuran lebih kecil atau sama dengan 2,5 mikrometer (µm). Konsentrasinya diukur menggunakan metode penyinaran sinar beta (*Beta Attenuation Monitoring*) bersatuan mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Data BMKG mencatat, konsentrasi partikulat halus (PM2.5) di Stasiun Musi 2 Palembang pada Kamis, 17 September 2026, pukul 04.00 WIB menembus angka 681,6 µg/m³. Kondisi tersebut dipicu oleh kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari beberapa wilayah di Sumsel yang terbawa angin hingga ke Kota Palembang.

"Namun, angka tersebut turun pada pukul 15.00 WIB menjadi 79,4 µg/m³," kata Wandayantolis di Palembang, Kamis, 17 September 2026.

Tim Satgas Karhutla memadamkan kebakaran lahan di Desa Putak, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Kamis. ANTARA/HO/BPBD Muara Enim

Meskipun mulai turun, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas luar ruangan guna mencegah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama bagi kelompok rentan yang memiliki riwayat gangguan pernapasan.

"Jika terpaksa harus ke luar rumah, sebaiknya melindungi diri dengan masker dan kacamata," pungkasnya.

(Lukman Diah Sari)