Tiga Wilayah Kota Tangerang Waspada Kekeringan

Wali Kota Sachrudin dan jajaran melakukan pengecekan stok air di sungai cisadane yang alami penurunan debit dampak kemarau. ANTARA/Irfan

Tiga Wilayah Kota Tangerang Waspada Kekeringan

Silvana Febiari • 15 September 2026 10:38

Tangerang: Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, Banten, menyebut tiga wilayah, yakni Batuceper, Cipondoh, dan Karang Tengah, masuk status waspada kekeringan. Masyarakat diimbau melakukan mitigasi dini dengan menghemat dan menggunakan air secara bijak.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan, informasi tersebut berdasarkan data yang disampaikan BMKG Wilayah II untuk periode Dasarian II September 2026 atau 11 hingga 20 September 2026.

"Pemerintah Kota Tangerang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan meteorologis selama musim kemarau. Bijak dan hemat dalam penggunaan air," ujar Mahdiar, dilansir dari Antara, Selasa, 15 September 2026.


Sementara itu, wilayah Kecamatan Benda dan Tangerang masuk dalam status Awas. Kondisi tersebut menjadi perhatian agar masyarakat dapat melakukan langkah mitigasi sejak dini.

Selain menghemat air, masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan secara terbuka. Kondisi lahan dan vegetasi yang mengering selama musim kemarau dapat meningkatkan risiko api mudah menyebar.

Warga diimbau memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari sumber resmi. Kewaspadaan diperlukan untuk mengantisipasi dampak kekeringan dan potensi bencana lainnya. 

”Pemkot Tangerang mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik dalam menghadapi kondisi tersebut. Langkah sederhana seperti menghemat air, menjaga lingkungan, serta segera melaporkan kondisi yang berpotensi menimbulkan bencana dapat menjadi bagian dari mitigasi bersama,” imbau Mahdiar.


Ilustrasi kemarau. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/foc.


Selain itu, warga dapat menghubungi Hotline BPBD dan Damkar Kota Tangerang di 021-5582144 untuk mendapatkan bantuan dan penanganan sesuai kondisi di lapangan.

"Masyarakat yang membutuhkan penanganan darurat dapat menghubungi 112 yang dapat diakses secara gratis," ujarnya.

(Silvana Febiari)