Cari Jurnalis Hilang, Basarnas Libatkan Kapal yang Melintas di Selat Sunda

Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Banten Rizky Dwianto menyampaikan perkembangan pencarian jurnalis hilang di Selat Sunda. (Dokumentasi/ Metro TV)

Cari Jurnalis Hilang, Basarnas Libatkan Kapal yang Melintas di Selat Sunda

Silvana Febiari • 17 September 2026 08:20

Pandeglang: Basarnas melibatkan kapal-kapal yang melintas di Perairan Selat Sunda untuk membantu pencarian jurnalis hilang. Informasi pencarian disebarkan melalui e-broadcast agar kapal yang berada di sekitar wilayah operasi turut membantu memberikan informasi jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Banten Rizky Dwianto mengatakan upaya tersebut dilakukan bersamaan dengan pencarian yang memasuki hari ke-10.

“Selain kita melaksanakan pencarian di 10 sektor, kami pun melakukan e-broadcast ke kapal-kapal yang sedang melintas di Perairan Selat Sunda,” kata Rizky dalam tayangan Breaking News, Metro TV, Kamis, 17 September 2026.


Menurut Rizky, penyebaran informasi tersebut dilakukan dengan melibatkan Vessel Traffic Service (VTS) dan pemangku kepentingan terkait. Langkah itu dilakukan untuk memperluas jangkauan informasi pencarian di luar kapal-kapal yang dikerahkan dalam operasi SAR.

Pada hari ke-10 pencarian, Basarnas memperluas area pencarian hingga 8.509 mil laut persegi. Area tersebut dibagi menjadi 10 sektor yang membentang dari perairan Bengkulu, Pulau Enggano, Samudra Hindia, Lampung, hingga perairan Banten.

"Total keseluruhan alut yang kita gunakan adalah 24 unit kapal," ucap Rizky.

Unsur yang terlibat terdiri atas kapal TNI Angkatan Laut, Polairud, Basarnas, dan KPLP. Pencarian juga dilakukan di sekitar Gunung Anak Krakatau, Pulau Sebesi, Pulau Sebuku, Pulau Panaitan, hingga pesisir barat Banten.


Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Banten Rizky Dwianto menyampaikan perkembangan pencarian jurnalis hilang di Selat Sunda. (Dokumentasi/ Metro TV)


Rizky juga mengungkapkan kondisi cuaca turut menjadi perhatian dalam operasi pencarian. Berdasarkan data BMKG, cuaca di wilayah operasi pada hari ini berawan.

“Untuk hari ini, cuaca berawan, kemudian untuk kecepatan angin 10 sampai 26, dan untuk gelombang 0,5 sampai 3,5 meter,” ujarnya.

Sementara itu, Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga berdasarkan informasi PVMBG. Tidak terjadi erupsi, sedangkan pengamatan visual gunung tertutup kabut dan tidak teramati asap.

“Untuk pengamatan kegempaan masih terjadi vulkanik dangkal,” ungkap Rizky.

(Silvana Febiari)