Arab Saudi dan Prancis Dukung Palestina, Serukan Penarikan Israel dari Lebanon

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman diterima Presiden Prancis Emmanuel Macron. Foto: Viory

Arab Saudi dan Prancis Dukung Palestina, Serukan Penarikan Israel dari Lebanon

Fajar Nugraha • 25 August 2026 20:10

Paris: Arab Saudi dan Prancis menegaskan kembali dukungan bagi pembentukan negara Palestina dan menyerukan agar Israel menarik diri dari seluruh wilayah Lebanon.

Hal itu dikeluarkan dalam pernyataan bersama pada Senin di akhir kunjungan kenegaraan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman ke Prancis.

Pernyataan tersebut menyusul pembicaraan antara bin Salman dan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris, di mana keduanya juga memimpin pertemuan pertama Dewan Kemitraan Strategis Saudi-Prancis.

Kedua pemimpin menekankan pendekatan bersama terhadap stabilitas kawasan yang didasarkan pada kedaulatan negara, hukum internasional, serta solusi politik dan diplomatik atas berbagai konflik.

“Terkait Palestina, Riyadh dan Paris dengan tegas menolak upaya untuk melemahkan hak rakyat Palestina dalam mendirikan negara merdeka berdasarkan perbatasan tahun 1967, serta menyerukan penghentian kebijakan permukiman Israel dan kekerasan oleh pihak pendudukan Israel, dengan menyatakan bahwa hal-hal tersebut mengancam solusi dua negara,” sebut pernyataan kedua pemimpin, seperti dikutip dari Anadolu, Selasa 25 Agustus 2026.

“Mereka juga menekankan perlunya menciptakan kondisi bagi gencatan senjata yang berkelanjutan di Gaza serta memastikan penyaluran bantuan kemanusiaan yang mendesak, aman, dan tanpa hambatan,” imbuh kedua pemimpin.

Kedua belah pihak menyambut baik pengumuman kesepakatan mengenai pelucutan senjata Hamas dan menyerukan pelaksanaannya, sembari menegaskan kembali komitmen mereka terhadap Deklarasi New York serta mendukung reformasi Otoritas Palestina dan rencana pemilihan umum presiden dan legislatif.

Mengenai Lebanon, Arab Saudi dan Prancis sepakat untuk meningkatkan upaya menuju penyelesaian akhir, memperkuat institusi negara, serta menjaga kedaulatan dan integritas wilayah negara tersebut.

Mereka juga menyerukan pelaksanaan penuh Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1701, pelucutan senjata sepenuhnya terhadap semua kelompok bersenjata di luar kendali negara, dan penarikan Israel dari seluruh wilayah Lebanon.

Kedua negara juga menegaskan kembali dukungan bagi Angkatan Bersenjata Lebanon dan badan-badan keamanan.


Dorong perundingan Iran-AS

Terkait Iran, Arab Saudi dan Prancis menekankan perlunya solusi melalui perundingan untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan menegaskan kembali dukungan terhadap diplomasi guna memastikan sifat damai dari program nuklir Teheran.

Mereka juga meminta Iran untuk kembali bekerja sama sepenuhnya dengan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).

Pernyataan tersebut juga mengecam serangan terhadap kapal-kapal dan ancaman terhadap pelayaran di Selat Hormuz, serta menyerukan agar kondisi pelayaran kembali seperti sebelum AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, termasuk kebebasan navigasi dan pelayaran tanpa biaya atau pembatasan baik secara langsung maupun tidak langsung.

Terkait Suriah, kedua negara menegaskan kembali komitmen mereka terhadap persatuan, stabilitas, dan pemulihan ekonomi negara tersebut, serta menekankan pentingnya institusi yang kuat dan peningkatan investasi.

Mereka menyambut baik pembentukan Dewan Bisnis Bersama Saudi-Suriah-Prancis dan menyoroti potensi Suriah sebagai jembatan yang menghubungkan Eropa, kawasan Teluk, dan Asia.

Mengenai Yaman, Riyadh dan Paris kembali menyatakan dukungan terhadap Dewan Kepemimpinan Presiden serta upaya PBB untuk mencapai penyelesaian yang komprehensif.

Mereka mengecam serangan Houthi terhadap infrastruktur sipil dan fasilitas vital di Arab Saudi serta serangan terhadap pelayaran komersial, sembari menegaskan kembali komitmen mereka terhadap kebebasan navigasi.

Prancis juga menyatakan solidaritas penuh terhadap Arab Saudi dan menolak serangan yang ditujukan ke wilayah negara tersebut.

Terkait Sudan, kedua belah pihak menyerukan peningkatan upaya untuk mengakhiri krisis dan menghentikan campur tangan asing, sembari tetap menjaga kedaulatan, integritas wilayah, dan institusi negara tersebut.

Arab Saudi dan Prancis juga sepakat untuk memperdalam kerja sama pertahanan, termasuk di bidang persenjataan dan pelatihan.

Dalam kunjungan tersebut, kedua negara menandatangani berbagai perjanjian dan nota kesepahaman yang mencakup bidang pertahanan, kesehatan, kecerdasan buatan, teknologi baru, dan hiburan.

Pernyataan bersama menyebutkan bahwa perdagangan bilateral mencapai sekitar USD11,8 miliar pada tahun 2025, sementara 21 perjanjian dan nota kesepahaman diumumkan dalam pertemuan meja bundar investasi Saudi-Prancis.

Kunjungan yang berlangsung pada 23-24 Agustus ini dilakukan saat Arab Saudi dan Prancis memperingati 100 tahun terjalinnya hubungan diplomatik.

(Fajar Nugraha)