Ajak Masyarakat Hemat BBM, Bahlil: Sehari Isi 50 Liter Itu Mobil Sudah 'Luber-luber'

Menteri ESDM Bahlil Lahadalila. Foto: Metro TV/Kautsar.

Ajak Masyarakat Hemat BBM, Bahlil: Sehari Isi 50 Liter Itu Mobil Sudah 'Luber-luber'

Husen Miftahudin • 1 April 2026 12:54

Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengajak masyarakat untuk menghemat penggunaan bahan bakar minyak (BBM) di tengah ketidakpastian global imbas memanasnya konflik di Timur Tengah.

Pemerintah sendiri telah membatasi pembelian BBM maksimal sebanyak 50 liter per kendaraan per hari, dengan pengecualian bagi kendaraan umum. Pembatasan pembelian BBM ini dimonitor secara langsung melalui penggunaan barcode My Pertamina.

"Saya, mantan sopir angkot ini, mengajak kepada semua masyarakat bahwa dalam kondisi seperti ini tidak bisa pemerintah bekerja sendiri. Kita membutuhkan dukungan kerja sama dari masyarakat," ucap Bahlil dalam konferensi pers 'Kebijakan-kebijakan pemerintah dalam menyikapi kondisi geopolitik global saat ini' secara virtual, dikutip Rabu, 1 April 2026.

"Caranya seperti apa? Kita harus melakukan pembelian BBM dengan wajar dan bijak. Dalam pandangan kami sebagai mantan sopir angkot, wajar dan bijak itu kalau isi mobil satu hari 50 liter, itu tangki sudah penuh," tutur Bahlil menambahkan.
 

Baca juga: Pemerintah Batasi Pembelian BBM 50 Liter Setiap Kendaraan Per Hari


(Ilustrasi BBM. Foto: dok MI/Panca Syurkani)
 

Beli BBM maksimal 50 liter


Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pengaturan pembelian BBM dengan penggunaan barcode My Pertamina bertujuan untuk memastikan distribusi BBM tetap terjaga. Kebijakan ini menetapkan batas wajar 50 liter per kendaraan per hari.

"Untuk memastikan distribusi BBM, pemerintah akan melakukan pengaturan pembelian dengan penggunaan barcode My Pertamina dengan batas wajar 50 liter per kendaraan. Tetapi ini tidak berlaku bagi kendaraan umum," ucap Airlangga.

Ia juga menyatakan, kondisi perekonomian nasional tetap stabil dengan fundamental yang kokoh. Hal ini ditekankan Airlangga di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi harga minyak mentah dunia.

"Perlu ditekankan kepada masyarakat kondisi perekonomian nasional tetap stabil dengan fundamental yang kokoh. Stok BBM nasional dalam kondisi aman dan stabilitas fiskal tetap terjaga," tegas Airlangga.

Ia menambahkan, di tengah dinamika global yang menguji rantai pasok dunia, Indonesia menunjukkan dirinya sebagai bangsa yang adaptif, resiliensi, dan tangguh.

"Situasi ini bukan lah hambatan, melainkan momentum bagi kita untuk melakukan akselerasi perubahan perilaku yang modern dan efisien," tutur Airlangga.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)