Ilustrasi pengeroyokan. Foto: Medcom.id.
Dua Penganiaya Tuan Rumah Hajatan di Purwakarta Ditangkap
P Aditya Prakasa • 7 April 2026 09:35
Bandung: Polisi menangkap dua pelaku penganiayaan hingga tewas terhadap Dadang, 57, saat pesta pernikahan anaknya di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Kedua pelaku ditangkap di lokasi berbeda, sempat kabur.
Kapolres Purwakarta, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya, mengatakan, dua pelaku berinisial YI dan K memiliki peran yang berbeda saat peristia terjadi. YI melakukan penganiayaan hingga tewas terhadap Dadang, sementara K melakukan kekerasan terhadap warga lain.
"Keduanya diamankan di tempat dan waktu yang berbeda," ujar Kapolres Purwakarta, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya, saat menggelar konferensi pers di Polres Purwakarta, Senin, 6 April 2026.
Merasa tak terima ditegur korban, pelaku YI kemudian menyerang Dadang menggunakan potongan bambu serta tangan kosong. Penganiayaan itu mengakibatkan Dadang meninggal.
"Pelaku datang ke lokasi kejadian, sudah dalam kondisi mabuk," ungkap dia.

Ilustrasi. Foto: Medcom
Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, yaitu satu bilah potongan bambu ukuran 33 cm, delapan botol plastik minuman merek Arak Bali, lima botol kaca minuman merek Anggur Orang Tua, satu botol kaca minuman merek Angker, satu botol kaleng minuman merek Bintang, lima botol kaca minuman merek Kratindaeng, dua botol plastik minuman merek dan Coca Cola. Akibat perbuatannya, dua pelaku disangkakan Pasal 466 Ayat (1) jo Pasal 466 Ayat (3) KUHPidana. Ancaman pidana hukuman tujuh tahun penjara.
Sebelumnya, rekaman video kejadian penganiayaan itu sempat viral di media sosial dan mengundang banyak reaksi dari warganet. Bahkan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga ikut menanggapi aksi keji yang dilakukan segerombolan orang tersebut.
"Saya sebagai Gubernur Jawa Barat menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga Pak Dadang atas kelalaian kami sebagai penyelenggara daerah Provinsi Jawa Barat, sehingga tidak bisa melindungi warganya yang melakukan kegiatan kenduri yang pada akhirnya berdampak pada peristiwa yang menyedihkan, menyakitkan, bagi keluarga dan seluruh masyarakat Jawa Barat. Semoga ini menjadi pembelajaran penting bagia kita ke depan untuk terus meningkatkan upaya perlindungan kepada warga kita. Karena satu nyawa sangat berarti dalam kehidupan kita, hatur nuhun," ucap Dedi.