Ilustrasi. Foto: Dok istimewa
Catat Pertumbuhan 51,2%, IIF Kantongi Laba Bersih Rp185,3 Miliar
Eko Nordiansyah • 19 February 2026 21:28
Jakarta: PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) mengumumkan laba bersih sebesar Rp185,3 miliar hingga 31 Desember 2025, meningkat 51,2 persen dari Rp122,5 miliar pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini mendorong peningkatan signifikan pada rasio Return on Equity (ROE) menjadi 5,5 persen, naik 120 bps year on year (yoy).
Secara ringkas, kinerja 2025 meliputi pendapatan bunga bersih (NII) naik 44 persen (yoy) menjadi Rp536,0 miliar, didorong oleh penurunan 11 persen pada biaya dana dan pendapatan bunga yang meningkat 6,5 persen menjadi Rp1,3 triliun. Pendapatan non-bunga (NOII) dari aktivitas tresuri meningkat hampir tiga kali lipat menjadi Rp42,3 miliar, mengimbangi penurunan biaya advisory.
Sementara biaya operasional tetap terkendali dengan baik, menghasilkan perbaikan rasio efisiensi operasional menjadi 54,6 persen atau meningkat 441 bps (yoy). Total aset tumbuh 5,0 persen (yoy) menjadi Rp15,4 triliun, didukung oleh peningkatan aset produktif sebesar 2,0 persen. Rasio Non-Performing Finance (NPF) Net tercatat 3,75 persen per 31 Desember 2025, sedikit naik dari 3,41 persen tahun sebelumnya namun tetap dalam batas regulasi 5,00 persen.
"Kami bersyukur atas pencapaian kinerja keuangan di tahun 2025, namun memandang perlunya mempercepat pembangunan infrastruktur di lingkungan yang penuh tantangan. IIF siap mendukung pertumbuhan tersebut melalui berbagai produk dan aspek permodalan yang kuat," kata Presiden Direktur dan CEO IIF, Rizki Pribadi Hasan dalam keterangan tertulis, Kamis, 19 Februari 2026.
Baca Juga :
Kementerian PU Minta Rp4,3 Triliun untuk Penanganan Bencana

(Ilustrasi infrastruktur yang dibiayai IIF. Foto: Dok istimewa)
Genjot pembangunan infrastruktur berkelanjutan
Terkini, IIF baru saja menandatangani kerja sama dengan FinDev Canada, sebagai bagian dari penguatan komitmen terhadap pembangunan infrastruktur berkelanjutan. Kerja sama ini akan mendukung pertumbuhan ekonomi rendah karbon di Indonesia melalui pembiayaan proyek infrastruktur berkelanjutan."Biaya dana kami telah menurun serta rasio kecukupan modal (CAR) tetap kuat pada 43,7 persen. Kami terus memperkuat likuiditas dan diversifikasi pendanaan, dengan target hingga Rp3,0 triliun pada 2026," ungkap dia.
Pada 2025, IIF telah berkontribusi dalam menghasilkan 709,9 MW energi terbarukan, memberi daya lebih dari 709.900 rumah dan mengurangi sekitar 4,92 juta ton emisi CO2 tahunan. Perseroan juga menyediakan akses air bersih kepada sekitar 7,2 juta orang dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan fasilitas kesehatan.
"Pencapaian IIF di 2025 diakui melalui berbagai penghargaan nasional dan internasional, termasuk Asia Sustainability Report Rating (ASRRAT) 2025, ESG Award 2025 dari Yayasan Kehati, FinanceAsia Achievement Awards 2025, dan The Asset Triple A Sustainable Infrastructure Awards 2025," ujar dia.