Ilustrasi kekeringan. (MGN/Nur Soli)
Kapan Mulai Musim Kemarau 2026? Begini Prediksi BMKG
Riza Aslam Khaeron • 9 April 2026 18:13
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia akan terjadi lebih awal pada periode 2026 ini.
Setelah berbulan-bulan mengalami cuaca hujan lebat serta angin kencang, akhirnya BMKG menginformasikan prediksi mengenai datangnya musim kemarau di Indonesia tahun 2026. Berdasarkan hasil analisis BMKG, puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi terjadi pada bulan Agustus 2026, sedangkan untuk wilayah lainnya terjadi pada Juli dan September.
BMKG juga menambahkan bahwa musim kemarau kali ini akan datang lebih cepat dan diprediksi lebih panjang dari kondisi normalnya. Hal ini disebabkan oleh adanya potensi munculnya fenomena El Nino kategori lemah-moderat sebesar 50–60 persen di pertengahan tahun.
Musim kemarau 2026 secara umum juga akan bersifat bawah normal atau lebih kering dari biasanya, yakni di 451 Zona Musim (ZOM) atau 64,5%, sedangkan kondisi normalnya berada di 245 ZOM atau 35,1%.
“Dengan kondisi ini, durasi musim kemarau di 57,2% wilayah Indonesia diprediksi lebih panjang dari normalnya,” ucap Faisal selaku Kepala BMKG di Konferensi Pers Prakiraan Awal Musim Kemarau 2026 di Gedung Multi-Hazard Early Warning System, Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026.
Berdasarkan Prediksi Musim Kemarau 2026 menurut BMKG, awal musim kemarau di berbagai wilayah Indonesia tidak terjadi secara serentak. Dari total 699 ZOM, sebanyak 4 ZOM (0,6%) telah memasuki masa musim kemarau pada Februari 2026 dan sebanyak 7 ZOM (1,0%) memasuki kemarau pada Maret 2026.
Untuk lebih detailnya, berikut rincian wilayah dengan prediksi awal musim kemarau:
Prediksi Memasuki Musim Kemarau pada April 2026 — 114 ZOM (16,3%)
- Pesisir utara dan selatan Jawa Tengah;
- Pesisir utara Jawa bagian barat;
- Sebagian besar D.I. Yogyakarta;
- Sebagian Jawa Timur;
- Sebagian Bali;
- Nusa Tenggara Timur;
- Nusa Tenggara Barat; dan
- Sebagian kecil Sulawesi Selatan.
Prediksi Memasuki Musim Kemarau pada Mei 2026 — 184 ZOM (26,3%)
- Aceh bagian utara;
- Sebagian Sumatera Utara;
- Sebagian Riau;
- Sebagian kecil Kepulauan Riau;
- Sebagian Jambi;
- Sebagian Sumatera Selatan;
- Lampung;
- Sebagian besar Jawa;
- Bali bagian tengah;
- Sebagian kecil Nusa Tenggara Barat;
- Kalimantan Tengah bagian tenggara;
- Kalimantan Selatan bagian barat;
- Sulawesi Selatan bagian barat;
- Sebagian kecil Gorontalo;
- Sebagian Maluku;
- Papua bagian timur;
- Papua Pegunungan; dan
- Sebagian Papua Selatan.
Prediksi Memasuki Musim Kemarau pada Juni 2026 — 163 ZOM (23,3%)

Peta prediksi awal musim kemarau 2026 di wilayah Indonesia. (BMKG)
- Sebagian besar Aceh;
- Sebagian Sumatera Utara;
- Sumatera Barat;
- Riau;
- Sebagian Jambi;
- Sebagian Bengkulu;
- Kepulauan Bangka Belitung;
- Sebagian Sumatera Selatan;
- Sebagian kecil Lampung;
- Sebagian kecil Jawa;
- Sebagian besar Kalimantan;
- Sebagian Sulawesi Utara;
- Gorontalo bagian utara;
- Sebagian Sulawesi Barat;
- Sebagian Sulawesi Tengah;
- Sebagian kecil Sulawesi Selatan;
- Sebagian Sulawesi Tenggara;
- Sebagian Maluku;
- Sebagian Papua Barat; dan
- Papua bagian timur.
| Baca Juga: El Nino Datang, Mengapa Masih Hujan? Begini Penjelasan Akademisi |
Prediksi Memasuki Musim Kemarau pada Juli 2026 — 63 ZOM (9,0%)
- Sebagian Kalimantan Selatan;
- Sebagian Kalimantan Timur;
- Sebagian besar Sulawesi;
- Sebagian Maluku Utara;
- Sebagian Maluku; dan
- Sebagian kecil Papua Barat.
Prediksi Memasuki Musim Kemarau pada Agustus 2026 — 26 ZOM (3,8%)
- Sebagian kecil Kalimantan Timur;
- Sulawesi Selatan bagian utara;
- Sulawesi Tenggara bagian utara;
- Sulawesi Tengah bagian timur;
- Sulawesi Utara bagian selatan;
- Sebagian Maluku Utara;
- Sebagian Maluku; dan
- Papua Pegunungan.
BMKG juga mengimbau pemerintah daerah untuk bertindak cepat dalam menghadapi potensi penurunan kualitas udara serta bersiap siaga mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
(Eunike Michelle Gultom)