Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan mencapai 1 km di atas puncak pada Kamis (9/4/2026). ANTARA/HO-PVMBG
Gunung Semeru 4 Kali Erupsi Sejak Dini Hari
Whisnu Mardiansyah • 9 April 2026 08:19
Lumajang: Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami empat kali erupsi dengan tinggi letusan 800 meter hingga satu kilometer di atas puncak pada Kamis, 9 April 2026. Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.21 WIB dengan kolom letusan teramati sekitar 900 meter di atas puncak.
"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 21 milimeter dan durasi 122 detik," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang seperti dilanasir Antara, Kamis, 9 April 2026.
Erupsi kedua terjadi pada pukul 03.27 WIB. Tinggi kolom letusan teramati sekitar satu kilometer di atas puncak. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah Timur Laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 160 detik.
Gunung Semeru kembali erupsi pada pukul 04.30 WIB. Tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah Timur Laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 112 detik.
"Pada pukul 06.10 WIB terjadi erupsi lagi dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar satu kilometer di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah Barat Laut dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 169 detik," tuturnya.
Sigit menjelaskan, Gunung Semeru saat ini berada pada status aktivitas vulkanik Level III atau Siaga. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi.
Masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan. Jarak yang dilarang adalah sejauh 13 kilometer dari puncak.
.jpg)
Gunung Semeru erupsi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur
Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Kawasan ini berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.
"Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar," katanya, Kamis, 9 April 2026.
Menurut Sigit, masyarakat perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," ujarnya.