Gunung Semeru Erupsi Setinggi 1.000 Meter Pagi Ini

Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan mencapai 1 km di atas puncak pada Rabu (8/4/2026) pagi. ANTARA/HO-PVMBG

Gunung Semeru Erupsi Setinggi 1.000 Meter Pagi Ini

Whisnu Mardiansyah • 8 April 2026 10:30

Lumajang: Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami erupsi dengan tinggi letusan mencapai 1.000 meter di atas puncak pada Rabu pagi, 8 April 2026. Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, melaporkan erupsi terjadi pada pukul 07.04 WIB.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 07.04 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak atau sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Sigit dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang seperti dilansir Antara, Rabu, 8 April 2026.

Menurut Sigit, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke Barat Daya. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 100 detik.

Sebelumnya, pada pukul 05.30 WIB, Gunung Semeru juga mengalami erupsi. Tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah Barat. Erupsi pertama ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 148 detik.
 


Sigit menjelaskan, Gunung Semeru saat ini berada pada status aktivitas vulkanik Level III atau Siaga. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi.

Masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan. Jarak yang dilarang adalah sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Hal ini karena kawasan itu berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.


Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan mencapai 2.000 meter dari puncak kawah. (Metro TV/ Rokhmad)

"Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar," kata Sigit Rian Alfian, Rabu, 8 April 2026.

Sigit juga mengimbau masyarakat agar mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru. Kawasan yang perlu diwaspadai terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Selain itu, masyarakat juga diminta waspada terhadap potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)