Ilustrasi penemuan mayat. Foto: Dok. Metrotvnews.com.
Mayat Pria Luka Leher Ditemukan di Sungai Mrican Jombang
Silvana Febiari • 13 April 2026 07:39
Jombang: Kepolisian Resor (Polres) Jombang, Jawa Timur menangani temuan mayat laki-laki dengan luka di bagian leher seperti akibat benda tajam di saluran sekunder Mrican Kanan, Desa Turipinggir, Kecamatan Megaluh. Mayat tersebut ditemukan setelah warga melapor karena curiga melihat seseorang tertelungkup di sungai.
"Berdasarkan informasi dari masyarakat menemukan mayat laki-laki umur sekitar 30 tahun di daerah aliran Sungai Mrican, Desa Turipinggir, Kecamatan Megaluh ini. Korban ditemukan dalam keadaan tertelungkup di sungai," kata Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, dilansir dari Antara, Senin, 13 April 2026.
Polisi yang datang ke lokasi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hasil pemeriksaan menunjukkan korban mengalami luka di bagian leher dan pipi.
Jenazah korban kemudian dibawa petugas ke rumah sakit di Jombang untuk pemeriksaan lebih lanjut. Autopsi dilakukan guna memastikan penyebab pasti kematiannya.
"Ada dugaan luka di lehernya dan di pipi. Ini sudah kami bawa ke rumah sakit di Jombang untuk dilaksanakan autopsi guna mengetahui secara pasti apakah korban mati secara wajar atau ada dugaan tindak pidana," ungkap dia.
Pihaknya belum bisa menjelaskan lebih detail terkait dengan luka di leher dan pipi korban. Mereka masih menunggu hasil autopsi dari tim medis RS Bhayangkara Kediri.

Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan di Jombang, Jawa Timur. ANTARA/ HO-Polres Jombang
Selain itu, polisi saat ini juga masih mendalami terkait dengan kematian korban dengan memeriksa sejumlah saksi. Petugas juga mengumpulkan bukti-bukti di lokasi temuan serta sejumlah bukti lainnya.
Dirinya menambahkan aliran Sungai Mrican cukup panjang hingga bisa mencapai wilayah Kediri. Selain itu, warga sekitar juga tidak ada yang mengenali korban, sehingga polisi masih berupaya mencari identitasnya.
"Warga di sekitar TKP (tempat kejadian perkara) tidak mengenal yang bersangkutan. Bisa jadi dugaannya bukan warga Megaluh tapi terbawa arus sungai," ujar dia.
Berdasarkan kondisi mayat, korban diduga belum 24 jam meninggal dunia. Namun, kepastian waktu kematian masih menunggu hasil autopsi dari tim medis.