Puan: Kebijakan Hari Ini Tak Boleh Bebani Generasi Mendatang

Ketua DPR RI Puan Maharani saat pembukaan sidang tahunan DPR. Foto: tangkapan layar YouTube Metro TV.

Puan: Kebijakan Hari Ini Tak Boleh Bebani Generasi Mendatang

Lukman Diah Sari • 14 August 2026 15:54

Jakarta: Ketua DPR RI Puan Maharani menekankan pentingnya pengelolaan defisit dan utang negara secara hati-hati, terukur, dan bertanggung jawab dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2027. Setiap pembiayaan harus dilihat dari manfaat, risiko, dan bebannya bagi generasi mendatang.

"Kebijakan hari ini tidak boleh meninggalkan beban yang tidak adil bagi generasi yang akan datang," ujar Puan dalam Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.


Ketua DPR RI Puan Maharani saat pembukaan sidang tahunan DPR. Foto: tangkapan layar YouTube Metro TV.

 

 

Poin penting penyusunan APBN 2027


Selain pengelolaan utang dan defisit, Puan juga menyoroti sejumlah poin penting lain dalam penyusunan APBN 2027, di antaranya pendapatan negara yang harus dihimpun secara adil tanpa melemahkan daya beli masyarakat, peningkatan kualitas belanja negara yang tepat sasaran, serta penguatan transfer ke daerah untuk pemerataan pembangunan.

Menurut Puan, Program Kerja Prioritas Nasional 2027, mulai dari kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hingga hilirisasi, harus dilaksanakan secara terpadu demi menghadirkan negara di tengah-tengah seluruh rakyat.

"APBN bukan sekadar angka dan program. Bagi rakyat, yang diingat bukan besarnya angka dalam APBN, melainkan seberapa besar APBN mampu mengubah hidup rakyat menjadi lebih baik," tegas Puan.

(Lukman Diah Sari)