Korea Utara Kecam Latihan AS-Korsel, Ancam Perkuat Daya Tangkal Nuklir

Bendera Korea Utara. (Anadolu Agency)

Korea Utara Kecam Latihan AS-Korsel, Ancam Perkuat Daya Tangkal Nuklir

Willy Haryono • 15 August 2026 14:07

Pyongyang: Korea Utara mengecam latihan militer bersama Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan yang akan digelar pekan depan. Pyongyang menilai latihan tersebut sebagai tindakan provokatif dan mengancam akan memperkuat kemampuan pencegahannya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengatakan kerja sama militer antara Washington dan Seoul kini berkembang menjadi apa yang disebut Pyongyang sebagai “aliansi nuklir."

Korea Utara memperingatkan akan merespons perkembangan tersebut dengan meningkatkan kemampuan daya tangkalnya.

“Prinsip kami dalam menjaga keamanan secara konsisten adalah merespons setiap tingkat ancaman baru dengan tingkat daya tangkal yang baru,” ujar juru bicara tersebut, seperti dilaporkan kantor berita resmi Korea Utara, KCNA, Jumat, 14 Agustus 2026.

Korea Selatan dan AS dijadwalkan menggelar latihan militer tahunan Ulchi Freedom Shield pada 17-27 Agustus.

Latihan tersebut dirancang untuk meningkatkan kesiapan kedua negara menghadapi berbagai ancaman dari Korea Utara, termasuk serangan siber, gangguan terhadap sistem navigasi GPS, serta ancaman yang melibatkan pesawat nirawak atau drone.

Pyongyang selama ini secara konsisten mengecam latihan gabungan AS dan Korea Selatan. Korea Utara menilai latihan tersebut sebagai simulasi invasi yang dapat meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea.

Korea Utara Soroti Strategi Nuklir AS

Selain mengecam latihan militer tersebut, Korea Utara pada Jumat juga menyatakan akan memperkuat kemampuan pencegahan nuklirnya.

Pyongyang menuduh Washington sedang mengembangkan strategi nuklir baru yang, menurut mereka, memperluas kemungkinan penggunaan senjata pemusnah massal.

Korea Utara menilai perkembangan kebijakan pertahanan AS tersebut sebagai ancaman baru terhadap keamanan negaranya.

Pernyataan Pyongyang muncul ketika kerja sama pertahanan AS dan Korea Selatan semakin erat. Washington dan Seoul telah memperkuat koordinasi terkait kemampuan nuklir dan konvensional sebagai bagian dari strategi menghadapi program nuklir dan rudal Korea Utara.

Bagi Korea Utara, peningkatan kerja sama militer kedua negara merupakan ancaman langsung terhadap keamanan rezim Kim Jong-un.

Sementara itu, AS dan Korea Selatan mempertahankan posisi bahwa latihan militer bersama diperlukan untuk menjaga kesiapan pertahanan dan menghadapi ancaman keamanan yang berkembang di Semenanjung Korea.

Ulchi Freedom Shield menjadi salah satu latihan militer utama kedua negara. Latihan tersebut mencakup simulasi berbagai skenario konflik dan bertujuan memperkuat kemampuan koordinasi pasukan AS dan Korea Selatan.

Ketegangan terkait latihan tersebut kembali menyoroti dilema keamanan di Semenanjung Korea: Seoul dan Washington memandang peningkatan kesiapan militer sebagai langkah pencegahan, sementara Pyongyang melihatnya sebagai ancaman yang menjadi alasan untuk memperkuat kemampuan militernya, termasuk persenjataan nuklir. (Razaqa Hariz)

Baca juga:  Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik Jelang Latihan Militer Besar AS-Korea Selatan

(Willy Haryono)