Bandara Hong Kong Lumpuh akibat Topan Noul, Ribuan Penumpang Telantar

Topan Noul menyebabkan sekitar 2.000 penumpang terlantar di Bandara Hong Kong. (Anadolu Agency)

Bandara Hong Kong Lumpuh akibat Topan Noul, Ribuan Penumpang Telantar

Willy Haryono • 27 July 2026 15:09

Hong Kong: Sekitar 2.000 penumpang telantar di Bandara Internasional Hong Kong setelah Topan Noul memicu pembatalan ratusan penerbangan dan mengganggu operasional bandara sejak Sabtu lalu.

Ruang keberangkatan dipenuhi penumpang yang tidur di bangku maupun troli bagasi, sementara lainnya terus memantau perkembangan status penerbangan mereka.

Sebanyak 29 penerbangan keberangkatan dan 20 penerbangan kedatangan dibatalkan pada Sabtu akibat cuaca buruk.

Direktur Layanan Bandara Hong Kong Yeung Tat-wing mengatakan bandara semula dijadwalkan melayani 675 penerbangan di hari Minggu. Namun, sekitar 350 penerbangan akhirnya dibatalkan.

"Kami berharap seluruh operasional bandara dapat kembali normal pada Senin pagi," ujar Yeung, seperti dikutip Bangkok Post, Senin, 27 Juli 2026.

Ia menambahkan sebagian besar penerbangan akan kembali beroperasi mulai Minggu sore. Sementara itu, layanan kereta Airport Express telah kembali beroperasi sejak pukul 09.00 waktu setempat.

Yeung juga mengatakan ketiga landasan pacu akan dioperasikan sepanjang malam jika diperlukan untuk mempercepat pemulihan jadwal penerbangan.

Meski sinyal badai nomor 8 dan 9 diberlakukan, sekitar 70 penerbangan tetap berhasil mendarat di Hong Kong antara Sabtu pukul 22.10 hingga Minggu pukul 12.40 waktu setempat.

Gangguan Cuaca Buruk

Menurut Yeung, sebagian besar dari sekitar 2.000 orang yang bermalam di bandara merupakan penumpang yang hendak berangkat.

Salah seorang penumpang asal Hangzhou bermarga Tong mengatakan penerbangan lanjutan keluarganya menuju Malaysia dibatalkan dan dijadwalkan ulang pada Senin pagi.

Ia mengaku memahami gangguan tersebut disebabkan oleh cuaca buruk, tetapi mengeluhkan sulitnya memperoleh hotel karena hampir seluruh kamar penuh. Tarif kamar yang tersedia juga disebut naik dari 2.000 dolar Hong Kong menjadi 3.000 dolar Hong Kong per malam.

Wisatawan asal Filipina, Bernard Duyao, juga harus memperpanjang masa tinggalnya di Hong Kong selama dua malam setelah penerbangannya menuju Manila dibatalkan.

"Ini memang mengecewakan, tetapi semua bergantung pada alam. Kami tidak bisa berbuat apa-apa," katanya. Ia juga menyarankan pihak bandara menyediakan kursi santai yang lebih panjang bagi penumpang yang harus menunggu lama.

Maskapai Cathay Pacific menyatakan penerbangannya akan kembali beroperasi secara bertahap mulai Minggu sore setelah membatalkan lebih dari 200 penerbangan.

Sementara itu, Hong Kong Airlines tetap mengoperasikan sekitar 70 penerbangan pada Minggu, sedangkan Hong Kong Express menjalankan sekitar 118 penerbangan dan memperkirakan seluruh layanannya kembali normal pada Senin pagi. (Keysa Qanita)

Baca juga:  Topan Noul Dekati Tiongkok, Batalkan Lebih dari 150 Penerbangan di Hong Kong

(Willy Haryono)