Kasus Kebakaran Masif di DIY: Gunungkidul, Bantul, dan Kulon Progo Tertinggi

Ilustrasi pemadam kebakaran. Foto: Pexels.com.

Kasus Kebakaran Masif di DIY: Gunungkidul, Bantul, dan Kulon Progo Tertinggi

Ahmad Mustaqim • 29 July 2026 12:31

Yogyakarta: Kasus kebakaran di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terjadi masif hampir setiap hari. Tiga kabupaten di DIY, yakni Kabupaten Gunungkidul, Bantul, dan Kulon Progo termasuk intens terjadi kebakaran.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul mencatat sudah 63 kali terjadi kebakaran. Paling intens terjadi hampir tiap hari, pada Juli 2026.

"Sejak Januari hingga memasuki akhir Juli 2026 terjadi 53 kali kebakaran," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gunungkidul, Purwono, dihubungi pada Kamis, 29 Juli 2026.

Dari total 53 kejadian kebakaran itu, sebagian besar terjadi pada Juni-Juli 2026. Rinciannya, 12 kasus kebakaran pada Juni dan 20 kebakaran hingga pertengahan Juli 2026.

Purwono mengatakan, 44 kasus kebakaran itu terbanyak melanda rumah dengan 14 kejadian. Kemudian diikuti kebakaran kandang ternak sebanyak 11 kejadian.

Sementara, kasus kebakaran pada lahan terjadi 14 kejadian dengan korban dua meninggal dunia. Kemudian, kebakaran juga melanda tempat usaha (6 kejadian), gudang (2 kejadian), kendaraan (2 kejadian), genset (satu kejadian), dan sekolah (satu kejadian). Kemudian, tempat ibadah dan dapur masing-masing terjadi satu kasus kebakaran.

BPBD Kabupaten Bantul juga mencatat puluhan kejadian kebakaran selama musim kemarau 2026. Kepala Bidang Damkarmat BPBD Kabupaten Bantul, Kristanto Kurniawan, menyatakan selama awal Juni hingga Juli 2026 terdapat 65 kejadian kebakaran. Lokasi kejadian kebakaran tertinggi berupa lahan.

"Pada Juni 2026 terjadi delapan kejadian kebakaran lahan, dan selama Juli 2026 ada 19 kejadian kebakaran lahan/rumpun bambu. Total ada 25 kejadian lahan/rumpun bambu dengan rentang waktu tersebut," katanya.

Ilustrasi pemadam kebakaran. Foto: Pexels.com.

Peristiwa kebakaran juga terjadi pada 10 rumah, empat jaringan listrik, lima tempat usaha, enam bangunan gudang dan lain-lain, serta 14 tumpukan sampah. Ia menyebut beberapa penyebab kebakaran dikarenakan aktivitas membakar sampah dan barang bekas. Selain itu juga disebabkan kebocoran gas, kelalaian, dan korsleting listrik.

Kasus kebakaran di Kabupaten Kulon Progo juga telah terjadi lebih dari 50 kasus. Paling intens kasus kebakaran juga terjadi selama bulan Juli.

"Sampai akhir bulan ini jumlah peristiwa kebakaran sekitar 50-an, meningkat dibanding tahun lalu sekitar 40-an kejadian," kata Kepala Seksi Damkar dan Penyelamatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kulon Progo, Raden Chris Hartanto.

(Lukman Diah Sari)