Operasi modifikasi cuaca di Jambi. (Dok BNPB)
Karhutla di Aceh Barat, BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca
Lukman Diah Sari • 8 June 2026 22:01
Meulaboh: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga kini masih terus melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, sebagai upaya mempermudah pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Mengingat sulitnya akses darat, BPBD Aceh Barat bersinergi dengan BNPB untuk memaksimalkan penanganan dari udara,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat Teuku Ronal Nehdiansyah di Aceh Barat, Senin, 8 Juni 2026, melansir Antara.
Ia menyebutkan OMC telah dilaksanakan pada Kamis, 4 Juni dan Sabtu, 6 Juni 2026. OMC, menurut dia, dapat meningkatkan intensitas curah hujan sehingga karhutla yang saat ini sudah mencapai 10 hektare dapat segera teratasi.
Selain itu, kata dia, dampak dari bencana karhutla yang telah terjadi hampir sepekan belakangan ini juga telah mengakibatkan adanya kabut asap dan mengancam gangguan kesehatan masyarakat di Meulaboh, ibu kota Kabupaten Aceh Barat, dan sekitarnya.

Petugas melakukan pemadaman api di lokasi kebakaran lahan di kawasan Desa Peunaga Cut Ujong, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat. BPBD Aceh Barat mencatat hingga Senin (8/6/2026) luas kebakaran yang terjadi di sejumlah lokasi di daerah ini sudah mencapai seluas 29,1 hektare. ANTARA/HO-BPBD Aceh Barat
Pihaknya berharap dengan adanya OMC, sebaran api tidak semakin meluas, mengingat saat ini di wilayah Kabupaten Aceh Barat sudah lama tidak diguyur hujan.
Teuku mengatakan hingga saat ini upaya pemadaman melalui jalur darat masih terus dilakukan, dengan melibatkan tim gabungan meliputi personel BPBD Aceh Barat, Kodim 0105 Aceh Barat, Polres Aceh Barat, Pos Damkar Woyla, Koramil, Polsek, KPH IV Wilayah Aceh, mahasiswa UKM PK UTU Meulaboh, serta masyarakat di sekitar lokasi kejadian.
Selain itu minimnya sumber air dan jarak lokasi pemadaman yang cukup jauh dari jalur transportasi, sehingga menyulitkan dalam pendistribusian peralatan pemadaman.
“Situasi saat ini memerlukan intervensi teknologi melalui OMC, agar kebakaran lahan tidak meluas, dan tidak menjadi bencana kabut di lingkungan masyarakat,” kata Teuku.