Operasi modifikasi cuaca di Jambi. (Dok BNPB)
Jambi Siaga Karhutla, BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca hingga 12 Juni
Lukman Diah Sari • 7 June 2026 19:19
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Provinsi Jambi sebagai upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah tersebut dilakukan menyusul penurunan curah hujan di sebagian besar wilayah Jambi yang mulai memasuki musim kemarau.
"OMC mulai dilakukan pada 5 Juni 2026 sampai 12 Juni 2026. Upaya ini diharapkan dapat mengoptimalkan pencegahan maupun meminimalkan terjadinya karhutla," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan resmi, Minggu, 7 Juni 2026.
Abdul menjelaskan, operasi yang dilakukan BNPB melibatkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta TNI Angkatan Udara (AU). Pelaksanaan OMC dipusatkan di Bandara Sultan Thaha, Jambi.
Satu Ton Garam Disemai di Langit Jambi
Pesawat dan bahan baku untuk operasi modifikasi cuaca telah tiba di Jambi pada Jumat, 5 Juni 2026. Pada hari yang sama, BNPB melaksanakan satu sorti penerbangan dengan menyemai satu ton garam pada awan yang berpotensi berkembang menjadi awan hujan.Operasi modifikasi cuaca dilakukan di sekitar wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, dan Muaro Jambi. Setelah pelaksanaan operasi, hujan dilaporkan turun di wilayah Tanjung Jabung Barat dan Muaro Jambi.
"Selanjutnya pada Sabtu, 6 Juni 2026, OMC kembali dilakukan dengan jumlah satu sorti. Operasi penyemaian berlangsung di atas wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan terpantau adanya hujan di daerah itu," jelas Abdul.

Operasi modifikasi cuaca di Jambi. (Dok BNPB)
Menurut Abdul, dukungan operasi modifikasi cuaca merupakan bagian dari komitmen BNPB dalam penanganan karhutla di enam wilayah prioritas, termasuk Jambi. Komitmen tersebut sebelumnya disampaikan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026 di Griya Agung, Palembang, Sumatra Selatan, pada 6 Mei 2026.
"Langkah-langkah yang dilakukan untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan kombinasi dari pencegahan dan pemadaman. Untuk operasi pemadamannya dititikberatkan kepada satgas darat ketika api sudah ada. Sebelum api banyak perlu dilaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca untuk membasahi gambut sehingga sulit terbakar dan apabila sudah terjadi kebakaran lebih mudah untuk dipadamkan," ujar Letjen Suharyanto.
Menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko bencana asap akibat karhutla, BNPB kembali mengingatkan pentingnya pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan.
BNPB juga mengimbau pemerintah daerah, masyarakat, serta pelaku usaha di sektor kehutanan dan pertanian untuk memperkuat langkah-langkah pencegahan dini guna meminimalkan potensi terjadinya karhutla.