Sebanyak 443 haji kloter pertama Debarkasi Palembang saat tiba di Asrama Haji Palembang, Sumsel, Selasa (2/6/2026). ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri
443 Haji Kloter Pertama Debarkasi Palembang Tiba di Bandara SMB II
Whisnu Mardiansyah • 2 June 2026 15:22
Palembang: Sebanyak 443 orang jemaah haji dari kelompok terbang (kloter) pertama Debarkasi Palembang, Sumatra Selatan (Sumsel), tiba di Tanah Air melalui Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II pada Selasa, 2 Juni 2026, pukul 06.25 WIB.
Kedatangan rombongan yang sempat mengalami penundaan sekitar 20 menit dari jadwal awal pukul 06.05 WIB tersebut berlangsung dengan lancar. Seluruh jemaah dilaporkan berada dalam kondisi sehat.
Wakil Gubernur (Wagub) Sumsel, Cik Ujang, menyambut langsung kedatangan para jemaah di asrama haji Palembang. Ia bersyukur seluruh jemaah tiba dalam keadaan baik meskipun sempat mengalami kelelahan setelah menjalani perjalanan yang panjang.
"Alhamdulillah, jemaahnya sehat-sehat, lancar, dan meskipun lelah, mereka tampak ceria," ujar Cik Ujang di Palembang, seperti dilansir Antara, Selasa, 2 Juni 2026.
Wagub juga memberikan apresiasi kepada para petugas yang mendampingi jemaah selama menunaikan ibadah haji di Tanah Suci serta memastikan proses kepulangan berjalan dengan tertib.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumsel, M Arkan Nurwahiddin, menyebutkan kloter pertama Debarkasi Palembang tersebut berjumlah 443 orang.
Rinciannya terdiri dari 438 orang jemaah haji, meliputi 437 jemaah asal Kabupaten OKU Timur dan satu orang jemaah asal Kabupaten Banyuasin, serta lima orang petugas haji.
"Alhamdulillah, kloter ini tiba dalam keadaan utuh, sebagaimana saat keberangkatannya dulu," ujar M Arkan.
.jpg)
Ilustrasi Jamaah calon haji dari berbagai negara melakukan Tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi. ANTARA/Andika Wahyu
Arkan menambahkan seluruh jemaah mendapat pendampingan dari petugas selama perjalanan hingga tiba di Tanah Air dalam keadaan aman. Para jemaah tampak riang dan antusias saat bertemu kembali dengan keluarga setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
Untuk proses kepulangan ke daerah asal, pemerintah daerah akan mengatur penjemputan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, termasuk penyediaan sarana transportasi bagi jemaah tertentu menuju titik kepulangan di masing-masing daerah.