Israel Serang Lebanon Sehari Setelah Gencatan Senjata, 9 Orang Tewas

Serangan Israel ke Lebanon masih terjadi meski gencatan senjata. Foto: Anadolu

Israel Serang Lebanon Sehari Setelah Gencatan Senjata, 9 Orang Tewas

Muhammad Reyhansyah • 5 June 2026 09:21

Sohmor: Sedikitnya sembilan orang tewas dan sejumlah lainnya terluka dalam serangan udara Israel di wilayah timur dan selatan Lebanon pada Kamis, 4 Juni 2026.

Serangan terjadi meskipun kedua pihak baru saja menyepakati pembaruan gencatan senjata.

Menurut laporan Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA), serangan Israel di Kota Sohmor, wilayah Bekaa Barat, menewaskan lima warga sipil dan melukai empat orang lainnya.

Menyusul serangan tersebut, pemerintah kota Sohmor mengimbau warga maupun pengunjung untuk tidak memasuki wilayah tersebut karena tingginya risiko keamanan.

“Musuh tidak menyisakan siapa pun, termasuk laki-laki dan perempuan sipil,” demikian pernyataan pemerintah kota, dikutip dari Anadolu, Jumat, 5 Mei 2026.

Pihak berwenang juga meminta masyarakat mematuhi peringatan tersebut sepenuhnya. Di Lebanon selatan, sebuah drone Israel menyerang sepeda motor di Kota Maaroub, Distrik Tyre, yang menyebabkan satu orang tewas dan satu lainnya terluka.

NNA juga melaporkan sebuah kendaraan sipil menjadi sasaran serangan di jalan Zefta-Nmeiriyeh, Distrik Marjayoun.

Serangan itu melukai satu keluarga yang terdiri atas ayah, ibu, dan anak perempuan mereka yang berasal dari Jdeidet Marjayoun. Ketiganya kemudian dibawa ke Rumah Sakit Al-Rai di Sidon untuk mendapatkan perawatan medis.

Dalam insiden terpisah, sebuah drone Israel menghantam kendaraan di jalan Zefta-Kfarroumane, wilayah Nabatieh, dan menyebabkan sejumlah korban luka. Serangan lain di kawasan Al-Masaken, Distrik Tyre, menewaskan tiga orang dan melukai tujuh lainnya, termasuk tiga anak-anak dan dua perempuan.

Sementara itu, serangan terpisah di Arab al-Jal, Distrik Sidon, menyebabkan tujuh orang terluka, termasuk dua anak-anak dan empat perempuan.


Serangan Terjadi setelah Kesepakatan Baru

Gelombang serangan tersebut terjadi hanya sehari setelah Lebanon dan Israel menyepakati pembaruan gencatan senjata yang rapuh.

Kesepakatan itu juga mencakup pembentukan "zona percontohan" yang menempatkan militer Lebanon sebagai satu-satunya pihak yang memiliki kendali teritorial di wilayah tersebut, tanpa keterlibatan kelompok bersenjata non-negara.

Perjanjian itu diumumkan dalam pernyataan bersama setelah putaran keempat pembicaraan yang dimediasi Amerika Serikat di Kementerian Luar Negeri AS pada Rabu.

Perundingan yang didukung Washington tersebut berlangsung setelah berminggu-minggu serangan Israel yang hampir terjadi setiap hari di Lebanon.

Menurut laporan, sejak 2 Maret, serangan-serangan itu telah menewaskan hampir 3.500 orang meskipun gencatan senjata mulai berlaku pada 17 April dan kemudian diperpanjang hingga awal Juli.

(Fajar Nugraha)